Indonesia Harus Kerja Keras Untuk Gelar Reli Dunia

Indonesia Harus Kerja Keras Untuk Gelar Reli Dunia

- Sport
Sabtu, 09 Apr 2005 12:11 WIB
Bandar Lampung - Guna menjadi tuan rumah World Rally Championship, Indonesia harus bekerja keras meraih kepercayaan dari dunia luar. Demikian ungkap pihak promotor reli Gudang Garam Indonesia 2005. Presiden Direktur PT Bloedus Management Indonesia (BMI ), Solihin Yusuf Kala menyatakan masyarakat otomotif Indonesia harus berkerja keras lagi guna mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah seri kejuaraan dunia World Rally Championship (WRC).Solihin JK mengatakan bahwa masyarakat Indoensia khususnya di bidang reli mobil sudah berkerja keras sehingga Makassar terpilih sebagai tuan rumah Kejuaraan Reli Asia Pasifik yang akan digelar September 2005. "Kita sudah berkerja keras selama ini menjadi tuan rumah seri Asia Pasifik kita cetuskan pada 2002. Kita tiba-tiba dipercaya sebagai tuan rumah tahun ini karena pihak otomotif dunia baru melakukan survey ke tempat kita dua kali," kata Solihin disela sela start Reli Lampung."Tentu saja semua karena kerja keras teman teman panitia yang dimotori Jeffrey JP secara profesional. Dengan kerja keras kita berniat menjadi tuan rumah seri kejuaraan dunia," lanjut Solihin.Solihin juga menambahkan bahwa mulai April 2005 hingga pelaksanaan seri Asia Pasifik di Makassar 9-11 September 2005, berbagai sarana dan Pra sarana sudah dipersiapkan guna menunjang kejuaraan tersebut."Dari segi non teknis kita mendambakan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta pihak swasta sedangkan dari segi teknis, lintasan lomba semakin dipermulus dan akan ditambah sampai ke daerah Bili-Bili. Pokoknya semua sarana prasarana dan infrastruktur yang mendukung reli Asia Pasifik akan kita benahi" ujar putra wakil Presiden RI Jusuf Kalla ini.Solihin juga menilai kancah olahraga reli mobil mulai semakin semarak, setelah beberpa tahun aktivitasnya menurun sejak Indonesia mengalami krisis multi dimensional pada tahun 1997, padahal WRC sudah pernah diadakan di kawasan Sumatera Utara pada 1996 dan 1997. "Buktinya para pereli nasional mulia turun kembali, seperti Ricardo Gelael dan Faryd Sungkar yang memacu Subaru tipe baru. Saya kira memacu motivasi para pereli muda untuk bersaing di medan lomba," tandasnya. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads