Reli Gudang Garam Indonesia 2005
Pereli Puas Kerja Keras Panitia
Minggu, 10 Apr 2005 22:49 WIB
Bandar Lampung - Peserta reli telah menyelesaikan seri pertama Gudang Garam Rally of Indonesia 2005 di Bandar Lampung. Meski banyak peserta yang kandas namun panitia lomba tetap mendapat pujian akan hasil kerjanya. Panitia lomba PT Bloedus Management Indonesia (BMI) Gudang Garam Rally of Indonesia sempat mendapatkan komplain perihal lintasan sebelum lomba. Pihak panitia segera membenahi kewajiban mereka tersebut. Usai hatajan ini rampung hari Minggu 910/4/2005), para peserta mengaku puas akan kerja keras panitia sejak leg pertama. Tumbangnya peserta hanya dikarenakan masalah kesiapan mobil dan juga kendala teknis yang dihadapi di lapangan. Pihak panitia memang sempat membatalkan SS ke-8 namun ini karena masalah keselamatan para peserta. Hujan yang turun yang turun memang membuat jalur di Langkapura menjadi licin dan berbahaya bagi peserta. Sedangkan hingga akhir leg kedua atau terakhir hanya 15 peserta yang berhasil memasuki garis finis. Namun, masalah tersebut hanya karena masalah teknikal dan skil para pereli di lapangan. Sang juara, Rifat Sungkar, juga mengakui pihak panitia telah bekerja keras. "Lintasan memang sudah cukup baik daripada saat sebelum melakukan survey," ujar pereli tim Pertamina Prima XP ini. Sementara Panitia Lomba Jeffrey JP mengungkapkan bahwa mereka telah berkerja keras. Namun Direktur BMI menyatakan bahwa semua adalah kerja keras dari semua pihak termasuk masyarakat Lampung. "Semua konsep yang kami aplikasikan bejalan dengan baik. Kalau sama saja dengan tahun lalu bagi berarti kami tidak ada prestasinya," ujar mantan co-driver, Hutomo Mandala Putra, di tahun 1995 hingga 1997 itu. "Rata-rata para peserta no complain terhadap penyajian event ini. Masalah para peserta hanya pada masalah teknis mobil masing-masing," lanjutnya. Panitia memang sempat mencoba lebih mensosialisasikan event ini kepada msyarakat lewat entertaiment. Begitu pula pihak pemerintah, Kapolda dan juga masyarakat yang ikut mensukseskan Reli ini. Tidak heran jika Lampung akan diusahakan untuk menjadi tuan rumah Asia Zone Rally tahun depan. Namun semua masih akan dibicarakan dalam rapat FIA di Singapura, Agustus nanti. "Peluang Lampung sangat positif karena sudah empat kali event ini digelar di daerah ini. Setiap event selalu ada perkembangannya karena didukung pemerintah dan setiap lapisan masyarakat," tambah Jeffrey. Panitia masih tetap memiliki pekerjaan rumah yaitu masalah keamanan dalam event. Pasalnya, beberapa pereli masih mengeluhkan akan penonton yang terkadang suka masuk ke lintasan. "Saya minta panitia untuk kembali mensoasialisasikan kepada masyarakat mengenai cara menonton reli yang aman. Saya ingin mengingatkan faktor keamanan bagi para penonton," kata co-driver Herry Agung, Hade Mboi. (a2s/)











































