Kemenpora berencana menghidupkan pusat pelatihan nasional di Cibubur. Kompleks gedung tersebut akan diberi nama Olympic Center.
Berkaca kasus penggunaan logo lima ring yang berbuntut panjang, kemenpora pun meminta izin kepada IOC lebihdulu untuk penggunakaan nama tersebut. Surat telah dikirimkan pada pertengahan November tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam surat yang ditandatangani Direktur Legal Affairs IOC, Howard M. Stupp, tertulis IOC mengapresiasi niat pemerintah untuk membangun tempat latihan. Namun, IOC tak menyetujui permintaan tersebut.
Berikut sebagain isi balasan surat IOC kepada Kemenpora:
"IOC memiliki sejumlah identitas yang harus sepenuhnya dilindungi haknya untuk menjaga reputasi Olympic Games dan misi mulia yang dikembangkan melalui sejumlah event.
Penggunaan sejumlah identitas tersebut secara eksklusif hanya diperuntukkan bagi IOC dan para pemangku kepentingan yang terkait dengan gerakan Olimpiade untuk kegiatan yang langsung terkait dengan Olympic Games dan untuk pengumpulan dana yang secara prinsip berguna untuk perencanaan dan penyelenggaraan suatu event. Inilah sebabnya, IOC tidak dapat menyetujui penggunaan terminologi nama Olympic dalam penyebutan training camp saudara.
"Tentu saja inisiatif yang meibatkan NOC saudara dan identitas NOC merupakan suatu cara konstruktif tersendiri dalam mempromosikan peranan dan kepentingan NOC di negara saudara dan memenuhi misi NOC sebagaimana digariskan dalam Piagam Olimpiade. Kami mengucapkan terimakasih atas ketertarikan saudara terhadap gerakan Olimpiade dan mengharapkan agar proyek tersebut sukses dan demikian pula dengan Asian Games 2018."
Olympic Center itu rencananya akan ditempati 11 cabor. Yakni, angkat besi, panahan, judo, karate, senam, taekwondo, gulat, tinju, anggar, serta atletik dan panjat tebing. Pembangunan sendiri dipusatkan di kawasan Pusat Pengembangan Pemuda Olahraga Nasional Cibubur.
"Ya, artinya jika tidak boleh pakai nama itu berarti pakai nama institut olahraga Indonesia karena kami juga tidak ingin terjadi persoalan seperti dulu," kata Gatot.
"Untuk launching kemungkinan akan dilakukan akhir Januari ini. Tapi untuk satu bangunan saja. Tetapi jika untuk secara keseluruhan akan dilakukan akhir Desember 2017 setelah semuanya rampung," tambahnya.
(mcy/fem)











































