Lantai Remuk di Tempat Latihan Angkat Besi Belum Diperbaiki

Lantai Remuk di Tempat Latihan Angkat Besi Belum Diperbaiki

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 07 Jan 2017 01:33 WIB
Lantai Remuk di Tempat Latihan Angkat Besi Belum Diperbaiki
Foto: detikSport/Mercy Raya
Jakarta - Meski sudah cukup lama dikeluhkan, remuknya lantai tempat latihan atlet angkat besi belum juga diperbaiki. Para lifter sekarang diminta untuk bersabar.

Sudah sejak lama angkat besi menjadi andalan Indonesia di setiap multievent maupun single event. Namun, untuk masalah dukungan belum ada perubahan yang signifikan. Memasuki tahun 2017 sejumlah kendala ternyata masih mengiringi perjalanan pemusatan latihan Eko Yuli dkk.

(Baca juga: Lantai Remuk Tak Kuat Dihantam Besi 15 Lifter Pelatnas)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atlet pelatnas angkat besi masih mengeluhkan soal kondisi lantai di Gedung Pemudi, Pusat Pengembangan Pemuda Olahraga Nasional (PP PON), Cibubur, yang rusak karena terkena beban berat. Awalnya, lantai tersebut diharapkan bisa selesai diperbaiki sebelum para lifter kembali latihan usai libur panjang tahun baru. Namun, hingga Rabu (4/1/2017) lalu, ternyata lantai yang rusak masih dibiarkan begitu saja. Alhasil lifter latihan dengan sebagian lantai yang masih bisa dipakai.

"Lantai masih remuk. Kami pikir usai tahun baru sudah mulai diperbaiki, tetapi ternyata masih sama saja," kata lifter Deni di sela-sela latihan pada Jumat (6/1/2017).

Deni hanya satu dari tujuh lifter yang mengeluhkan kondisi tersebut. Sebelumnya, para pelatih juga mengeluhkan hal yang sama.

"Ini baru latihan beban ringan saja kondisi area latihan sudah kurang bagus dan rusak. Bagaimana pekan depan kami masuk latihan beban berat?" kata pelatih Dirdja Wihardja.

"Kami sudah mencoba hubungi tim Ad Hoc. Mereka juga sempat mengontrol lokasi latihan, termasuk lantai yang retak dan jebol. Namun, dengan alasan belum ada anggaran sehingga belum bisa diperbaiki. Ya, kami sih berharap ini bisa cepat diperbaiki," tambah Dirdja.

Apa yang dikatakan Dirdja cukup beralasan sebab kondisi lantai yang rusak cukup memengaruhi latihan para atlet.

"Pengaruhnya tentu ada jika ada perbedaan pada tumpuannya itu akan berpengaruh pada kaki dan tangan yang akan menyesuaikan angkatan. Kalau goyang sedikit saja bisa cedera. Beda kalau tumpuannya stabil dan rata," tambah Dirdja.
Foto: detikSport/Mercy Raya

Senada dengan Dirja, pelatih asing Aveenash Pandoo juga mengungkapkan hal yang sama.

"Ini bisa berbahaya, bisa menimbulkan cedera berat. Soalnya lantainya tidak rata. Setiap sisi retak jadi harus pindah posisi dan peralatan. Ini memengaruhi atlet dan bisa menimbulkan permasalahan yang serius karena bisa menyebabkan cedera yang parah pada atlet," kata Pandoo.

"Kami mencoba untuk berpindah mencari lantai yang rata tapi akhirnya jarak antara masing-masing atlet jadi lebih sempit. Kalau menjatuhkan beban kalau terlalu dekat bisa berbabahaya karena bisa mengenai lifter lainnya karena jaraknya yang dekat," tambah Pandoo.

Dihubungi terpisah, Koordinator Tim Adhoc Olympic Center Shakyan Asmara mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan perbaikan ke bagian rumah tangga Kemenpora, namun karena membutuhkan renovasi yang tidak sederhana dan anggaran yang tidak sedikit, akhirnya perbaikan belum terealisasi.

"Tahun kemarin kan tidak ada anggaran lagi yang keluar dan baru tahun ini ada anggaran lagi. Dan saya sudah mengajukan, tetapi keputusan tetap di Kementerian. Ya, secepatnya akan kami diperbaiki, kemungkinan Januari ini," kata Shakyan.

"Selain itu, Senin pekan depan kami tim akan menyampaikan hal tersebut saat rapat koordinasi dengan bidang prestasi. Nanti saya akan sampaikan situasi di Cibubur untuk angkat besi begini, panahan begini. Ini sebenarnya tim ad hoc kan hanya menyusun perencanaan untuk dilaksanakan di 2017. Kami juga sudah bolak-balik ketemu (tim angkat besi) sabar dulu karena situasi seperti ini dan masih darurat. Intinya akan segera kami tangani," ujarnya.

(mcy/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads