detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 17 Jan 2017 18:42 WIB

Dicari! Alamat 3 Atlet Positif Doping PON Jabar

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Dewan Disiplin Antidoping Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) belum menyelesaikan surat-menyurat terhadap tiga dari 14 atlet tersangkut doping. Alamat yang tidak jelas jadi kendala.

Tugas pertama Dewan Disiplin Antidoping bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (kemenpora) adalah menghubungi 14 atlet PON dan Pepernas tersangkut doping. Namun, baru pda langkah perdana itu kerja Cahyo Adi dkk. tersendat.

Ketua Dewan Disiplin Antidoping PON dan Peparnas, Cahyo Adi, baru bersurat kepada 11 atlet. Surat itu berisi pemberitahuan dan penawaran pembukaan sample B. Tiga atlet lainnya belum terjangkau karena alamat yang diberikan tidak jelas.

"Tiga atlet itu salah satunya dari Peparnas, namanya Cucu Kurniawan. Kemudian dari PON ada Jendri Turangan yang merupakan atlet berkuda dari Jawa Tengah. Serta satu lagi atlet lainnya dari Semarang, dia cuma menuliskan nama desa saja. Tidak jelas," kata Cahyo dalam sambungan telepon Selasa (17/1/2017).

Saat ini, lanjut Cahyo, timnya terus berupaya untuk mendapatkan alamat lengkap atlet. Bahkan sampai ke bagian National Paralympic Committe of Indonesia namun tidak diperoleh karena tengah berada di kota Solo.

Dengan adanya kendala proses menyurat ini, Cahyo khawatir, informasi yang harusnya diketahui secara resmi kepada atlet jadi terhambat.

"Kan yang rugi si atletnya juga karena terlambat penyelesaiannya," kata dia.

Sesuai aturan, Cahyo menetapkan batas waktu respon atlet dari penerimaan surat yaitu dua pekan. Jika sampai waktu yang ditetapkan tidak ada respon, maka si atlet dianggap mengakui hasil sampel A.

"Kalau tidak ada respon selama dua minggu secara otomatis akan langsung sidang. Tidak ada korespondensi lagi. Di dalam surat yang kami kirim kan sebenarnya sederhana saja. Apakah Anda (atlet) mau buka sampel B atau tidak. Jika mau, ini loh syaratnya. Kalau tidak ya sudah berarti dia mengakui sampel A. Sehingga bisa langsung sidang," ungkap Cahyo.

Selain itu, Dewan Disiplin juga memberi kesempatan kepada atlet untuk meminta pendampingan kepada siapapun yang dipercaya. Baik itu pelatih atau perwakilan dari federasi.

"Terserah mau mengajak siapa. Kami rencananya akan melakukan sidang satu hari dua atlet agar prosesnya bisa cepat selesai dan langsung keputusan," ucap dia.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com