Empat puluh lima hari jelang event, pemerintah kota Pangkalpinang terus menggeber kesiapannya sebagai tuan rumah. Dimulai dari koordinasi masing-masing elemen hingga pembangunan sirkuit yang direncanakan kelar pertengahan Februari.
"Sirkuit masih on proses pembangunan. Kami usahakan dua pekan lagi jadi. Sebab, pembangunan sendiri yang mendesain dari pihak Youthstream selaku promotor event. Jadi bukan orang lokal. Tentu mereka memakai standar luar negeri karena ini event internasional," kata Walikota Pangkalpinang non aktif, Muhammad Irwansyah, dalam jumpa pers di Kantor Kemenpora, Senayan, Rabu (18/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini sirkuit sudah terbentuk saya harap pertengahan Februari sudah jadi. Konsepnya akan dibuat tertutup karena ini rekomendasi dari Youthsteram dan termasuk berbahaya, jadi keamanannya harus terjaga baik itu penonton, pebalap, maupun krunya," kata Yudiarto.
Menurut Yudi, sirkuit akan memiliki panjang lintasan sirkuit akan dibuat sepanjang 1.500-1.600 meter persegi, dengan minimal 16 rintangan, dan lebar start adalah 48 meter. Di sirkuit itu juga akan menampung 100 ribu penonton, yang terbagi dalam kelas festival, superfestival, VIP, dan VVIP.
Tak cukup sampai di sana, sirkuit yang disebut-sebut mirip dengan sirkuit di Swiss ini akan menjadi yang pertama keberadaan paddocknya di dalam Stadion Sahabudin.
"Swiss itu adalah dekat pantai juga, kita juga. Sirkuit berpasir dan fasilitasnnya tidak kalah dengan Swiss karena kita menangnya ada stadion yang dijadikan paddock. Ini luar biasa kareana baru kali ini penyelenggaraan MXGP paddock ada di dalam gedung stadion Hasannuddin. Kelebihan lain, satu kilometer dari airport," ungkap (mcy/din)










































