Berangkat pukul 09.00 WIB dengan menggunakan mobil pribadi, skuat berjumlah 16 orang bertolak menuju Bandung dan tiba pukul 14.00 WIB. Di sana mereka langsung menuju hotel Sutan Raja, Soreang, yang dilanjutkan melihat tempat latihan di GOR Sambilulungan.
"Kami sudah sampai tadi siang. Total empat mobil sama mobil barang yang mengantar kami sampai di bandung. Tempat latihannya bagus dan sudah tersusun rapi semua," ujar lifter Deni kepada detikSport, Senin (23/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui tim Angkat Besi memindahkan latihan ke Bandung karena tempat latihan di Insitut Olahraga Indonesia tidak memenuhi standar dan akan diperbaiki.
Lalu, tempat latihan sementara angkat besi yang berada di gedung Pemudi PP PON Cibubur mengalami kerusakan sebagai akibat terkena beban berat dalam latihan para lifter.
Lantai tersebut awalnya diharapkan dapat diperbaiki sebelum para lifter kembali berlatih usai libur akhir tahun. Tapi kondisi lantai sedikit pun tak berubah. Para lifter pun jadi latihan dengan sebagian lantai yang masih bisa dipakai.
Bahkan karena lantai yang rusak itu, tiga lifter yakni Eko Yuli Irawan, Deni, dan Muhammad Furqon mengalami cedera. Tak hanya masalah tempat latihan, kamar tempat tinggal para atlet pun kurang layak. Alhasil mereka mumutuskan untuk pindah ke tempat yang lebih mumpuni.
Manajer angkat besi, Alamsyah Wijaya, mengatakan proses pindahan sebenarnya akan dilakukan pada Minggu (22/1) kemarin, namun karena ada acara dan jadwal terlalu padat sehingga mundur jadi hari ini.
"Bukan karena ada masalah tetapi memang kemarin ada acara, makanya baru hari ini kami pindahan," kata Alamsyah terpisah.
Dalam prosesnya, Alamsyah mengatakan jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Satlak Prima. Bahkan, Satlak pun telah mengirimkan surat kepada PABBSI terkait dukungannya kepada cabor tersebut. Tim angkat besi diberi bantuan biaya pindah, seperti sewa truk, sewa barang, dan hal lainnya yang berkaitan dengan pindahan pelatnas.
Hanya saja, anggaran itu memang belum diterima karena pihaknya belum mengajukan anggaran yang dibutuhkan untuk proses pemindahan pelatnas tersebut. Saat ini dana pindah ditalangi lebih dulu oleh PB PABBSI sebesar Rp 300 juta.
Sementara untuk kebutuhan konsumsi, Alamsyah menuturkan, akan menggunakan katering dari luar hotel. Lalu untuk transport selama di Bandung, PABBSI juga menyiapkan satu kendaraan roda empat.
"Di dalam surat yang dikirim Prima memang seperti itu. Tapi kami memang belum mengajukan karena kami pun belum merinci apa saja yang kami keluarkan."
"Pagi sarapan di hotel kemudian siang makan di Jalak Harupat karena latihan sampai jam 12.00 WIB, malam juga. Jadi anak-anak pulang ke hotel sudah tinggal istirahat. Pun kalau di hari weekend, lifter boleh pulang ke rumah atau tetap tinggal tidak masalah karena kami pun menyiapkan mobil untuk transport di sana."
"Harapan saya dengan kepindahan tempat latihan ini pemain bisa lebih fokus. Masalah laporan, tentu kami akan berikan setiap perkembangan atlet di setiap bulannya kepada Satlak Prima. Karena sselama ini pun kami melakukan hal yang sama, tidak ada perubahan," pungkas Alamsyah.
(mcy/mrp)











































