Pasukan lifter nasional itu sudah tiba di Bandung sejak hari Senin (23/1/2017). Mereka menjalani latihan hari kedua, Rabu (25/1/2017).
Dalam dua hari ini, latihan berjalan tanpa kendala. Hotel Sutan Raja, Soreang, yang menjadi tempat menginap cukup nyaman. Akses dari dan ke hotel-GOR Sabilulungan juga cukup mudah dan singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lancar, aman, dan para atlet happy ending, karena mereka bisa lebih lebih fokus dan fasilitas di sini lumayan, ada sauna dan fasilitas penunjang lainnya," kata pelatih pelatnas angkat besi, Dirdja Wihardja dalam obrolan dengan detikSport.
"Selain itu akses dari GOR ke hotel cepat, karena jarak tempuhnya hanya 5-10 menit. Kami juga disiapkan bis dari hotel sebagai pelayanan di sana dan termasuk laundry yang diambil dua hari sekali. Jauh lebih baik lah (daripada di Cibubur)," ungkap Dirdja.
Pasukan pelatnas angkat besi memang memindahkan latihan dari Cibubur ke Bandung. Alasannya, tempat latihan di Institut Olahraga Indonesia tidak memenuhi standar.
Salah satu penyebab yang tak bisa ditoleransi adalah lantai remuk setiap kali ditimpa beban. Sebagai imbasnya, tempat latihan sementara angkat besi yang berada di gedung Pemudi PP PON Cibubur itu rusak karena terkena beban berat dalam latihan para lifter.
Bahkan karena lantai yang rusak itu, tiga lifter, yakni Eko Yuli Irawan, Deni, dan Muhammad Furqon disebut mengalami cedera meski tak parah.
"Mereka sudah mulai latihan lagi. Sebelum kami ke Bandung pun tim dokter prima pada Jumat (20/1) sudah meninjau ke pelatnas kami. Semua atlet sudah siap berlatih. Hanya Imam Jamaludin saja yang perlu penanganan yang lebih serius dan sudah diperiksa di ISMC seminggu dua kali, " tutur Dirdja.
"Menurut dokter waktu persiapan PON, ada masalah di lutut sebelah kiri, jadi yang dipaksa kaki sebelah kanan terus makanya efeknya sampai ke pinggang. Dokter memberi waktu sebulan untuk Imam melakukan recovery," ujarnya.
"Latihannya lebih melanjutkan program sebelumnya. Kemarin kan di Jakarta masuk program ringan, artinya volume latihannya hanya 70-75%. Nah, sekarang sudah masuk 80 % dan fokus ke strenght. Ini akan terus berlanjut hingga awal Februari mendatang. Setelah itu, kenaikan volume latihan mulai meningkat lagi dari 85-90%, " kata Dirdja.
(mcy/fem)










































