Adalah Harry Marra, yang saat ini tengah dijajaki untuk menjadi konsultan atletik Indonesia. Harry sendiri merupakan pelatih asal Amerika Serikat yang sukses membawa Ashton Eaton merebut medali emas Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Pada Desember tahun lalu, dia bahkan baru dinobatkan sebagai pelatih terbaik 2016 di dunia dari Federasi Atletik Internasional (IAAF).
Sekretaris Jenderal PB PASI, Tigor Tanjung, mengatakan langkah mendatangkan pelatih nomor satu dunia ini tak lepas dari target yang hendak dicapai kepengurusan baru PB PASI di bawah pimpinan Bob Hasan. PASI mematok target untuk mempertahankan medali emas Asian Games dan meraih Olimpiade 2020 Tokyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Tigor, jika kontrak kerjasama saat ini belum terjalin lantaran Harry harus melakukan ujicoba dulu ke Indonesia, salah satunya dengan menggelar klinik pelatihan di Cibinong pada 11 hingga 24 Februari mendatang. Coaching clinic itu menjadi proses penjajakan terakhir sebelum akhirnya kerja sama bisa ditandai dengan surat kontrak resmi.
"Program tersebut menjadi orientasi dan koreksi. Kami baru menuntaskan perekrutan jika programnya bagus," sambungnya.
Coaching clinic sendiri rencananya akan diikuti oleh atlet-atlet dan pelatih pelatnas, seperti Maria Londa dan Emilia Nova. Pelatihan yang akan diberikan pun terkait dengan delapan nomor disiplin, seperti lompat jauh, jangkit, tolak peluru, lempar cakram, lempar lembing, lari 800 meter, 4x 100 meter gawang dan lontar martil.
Dia juga akan menerapkan secara langsung konsep latihan kepada atlet pemusatan latihan nasional (pelatnas). Para pelatih hanya dibolehkan melihat, mencatat, dan merekam caranya melatih.
"Para pelatih baru boleh mendiskusikan latihan yang dilakukan saat berada di kelas. Setelah itu, Harry akan melaporkan hasil coaching clinic. Jika memang terjadi kesepakatan, kami siap melanjutkan program selanjutnya," paparnya.
Tigor juga memastikan kerja sama antara PASI dan Harry tidak hanya berhenti sampai di sana. Hasil coaching clinic dipilih pelatih dan atlet terbaik akan dibawa ke Amerika Serikat untuk menjalani training camp selama 6-8 bulan.
"Nanti dari hasil coaching clinic ini, Harry akan memberikan feedback ke sekjen. Jika memang nanti ada kesepakatan dengan Marra, maka evaluasi coaching ini akan jadi salah satu penilaian untuk penentuan tim yang akan melakoni training camp di Westmont College, Santa Barbara, California, Amerika Serikat," pungkasnya.
(mcy/mrp)











































