DetikSport
Kamis 26 Januari 2017, 14:57 WIB

SEA Games 2017 Tinggal 7 Bulan, PB PASI Belum Bisa Bicara Target

Mercy Raya - detikSport
SEA Games 2017 Tinggal 7 Bulan, PB PASI Belum Bisa Bicara Target Foto: PB PON/ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.
Jakarta - SEA Games 2017 tinggal tujuh bulan lagi. Namun, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) beum dapat bicara target medali emas. Kok bisa?

SEA Games ke-29 akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19-31 Agustus 2017. Total ada 405 nomor dari 38 cabang olahraga yang dipertandingkan. Termasuk di antaranya cabang atletik.

Namun, hingga tujuh bulan menjelang perhelatan, PASI belum bisa menentukan target riil. Kenapa?

Rupanya PASI kesulitan membangun komunikasi empat pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang tersebar di Pengalengan, Rawamangun, Cibinong, dan Bali. Mereka tak bisa menggunakan Stadion Madya sebagai kantor pusat sekaligus tempat pelatnas sebagian besar atlet nasional. Stadion Madya di Senayan, Jakarta Pusat sedang direnovasi.

"Sulit untuk menentukan target di SEA Games. Kami (mungkin) baru bisa memperhitungkannya nanti saat mulai dekat-dekat pertandingan," kata Tigor Tandjung, sekretaris jenderal PB PASI, saat ditemui di Plaza Senayan, Rabu (26/1/2017).

"Kendala untuk persiapan SEA Games ini adalah kondisi pelatnas yang tercerai berai di empat tempat. Sulit untuk mengkoordinasikan. Kami keluar dari Stadion Madya saja tidak akan yang mengkoordinasikan," kata dia lagi.

PB PASI berencana mendatangkan pelatih terbaik dunia sebagai konsultan untuk mendongrak prestasi atletnya di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Saat ini mereka tengah menjajaki Harry Marra untuk dijadikan sebagai konsultan atletik Indonesia.

Harry adalah pelatih asal Amerika Serikat yang sukses membawa Ashton Eaton merebut medali emas Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Pada Desember tahun lalu, dia bahkan baru dinobatkan sebagai pelatih terbaik 2016 di dunia dari Federasi Atletik Internasional (IAAF). Kehadiran Harry diharapkan bisa mengurangi kendala yang dihadapi PASI.

"Kami melihat harus terus mikir sampai dengan Asian Games dan Olimpiade 2020, jadi kami fokus ke program pelatih ini. Dengan harapan, datangnya konsultan terbaik dari Amerika bisa membuat kondisi atletik berubah," tutur dia.



(mcy/fem)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed