Wakil Ketua II INASGOC Gatot S. Dewa Broto, mengatakan OCA menawarkan cabor surfing dan sepatu roda dipertandingkan di Asian Games 2018, namun dengan catatan ada cabang yang ditukar sebagai pengganti.
Sebelumnya, rapat Koordinasi Komite dengan OCA yang digelar di Jakarta, Desember 2016, telah memutuskan 41 cabang olahraga dipertandingkan. Rinciannya, 32 cabang olahraga olimpiade, enam non-olimpiade dan tiga cabor pilihan Indonesia. Pada jumlah itu, surfing dan sepatu roda tidak masuk di antaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati surat persetujuan OCA sudah diterima, INASGOC hingga kini masih belum memutuskan cabang apa yang akan ditukar seandainya surfing masuk sebagai cabang yang dipertandingkan.
"Saat ini kami masih mempelajarinya. Kami belum memutuskan iya atau tidak karena memang harus ada yang ditukar," katanya.
Begitu pula menyoal venue yang akan digunakan, antara di pantai Cimaja, Jawa Barat atau di Lampung. "Kami belum rapat khusus soal ini. Menyoal perhitungan berat di mana atau tidak, kami belum tahu. OCA sendiri tidak memberi deadline untuk masalah ini," sebutnya.
Masalah lokasi yang berada di Lampung, memunculkan persoalan karena Lampung tidak masuk dalam host city contract yang disepakati oleh OCA. Dalam host city hanya Jakarta dan Palembang yang menjadi tuan rumah Asian Games 2018, sedangkan Jawa Barat dan Banten hanya kota pendukung. Namun, menurut Gatot, hal itu tak akan jadi masalah.
"Kalau itu tidak masalah. Cuma kami harus berkonsultasi dengan OCA. Bagi Indonesia jika PB PSOI mengusulkan di Jawa barat tidak masalah. Nanti kita diperhitungkan masalah jarak, waktu, dan hal lainnya. Itu kan butuh pembahasan juga, sama seperti cabang akuatik. Sebenarnya di Jakabaring kan ada tempatnya, tetapi oleh OCA tetap di Jakarta. Jadi poinnya, oke di kami (INASGOC) belum tentu oke di OCA," pungkasnya.
INASGOC sendiri akan kembali melakukan rapat Koordinasi Komite dengan OCA pada Maret mendatang di Palembang.
(mcy/krs)










































