Islamic Solidarity Games 2005
INA Kecam Wasit Taekwondo
Kamis, 14 Apr 2005 15:05 WIB
Jakarta - Merasa dirugikan atas sikap wasit Taekwondo yang berbuat curang pada pertandingan Selasa (12/4) lalu, Indonesia berencana melaporkannya ke Federasi Taekwondo Internasional. Akibat perbuatan tidak adil dari wasit tersebut taekwondoin Satrio Rahandhani terjegal di semifinal dan hanya berhak memperoleh medali perunggu. Padahal dari segi performa, lewat mata tak ahli bela diri pun tahu Satrio lebih unggul dari lawannya atlet Arab Saudi yang notabene tuan rumah Islamic Solidarity Games.Dijelaskan Sekjen KONI Pusat Djohar Arifin Husin sudah tidak aneh lagi dalam kegiatan olahraga atlet tuan rumah selalu diuntungkan dengan keputusan wasit dan diberi hadiah medali emas. Meski demikian, hal itu harus diimbangi dengan kemampuan atlet yang baik sehingga keberpihakkan tidak terlalu mencolok.Tetapi pada kasus yang terjadi di semifinal kelas 58 kg antara Satrio melawan Said Falah El Hebeda itu tak bisa ditolerir. Karena kemampuan Hebeda jauh tertinggal dari Satrio.Agar tidak terjadi kasus seperti ini lagi, KONI meminta PB TI (Pengurus Besar Taekwondo Indonesia) untuk melaporkan kejadian itu kepada Federasi Taekwondo Internasional."PB TI harus berani melaporkan kejadian tersebut. Sikap wasit sudah keterlaluan dan tidak bisa ditolerir lagi. Padahal, di sana ada hakim dari Korea, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Wasit seperti itu tidak boleh memimpin lagi pertandingan," tegas Djohar Arifin lewat rilis email, Kamis (14/4/2005). Perolehan sementara sampai hari kelima, Kazakhstan memimpin dengan sembilan emas, enam perak, dan enam perunggu. Diikuti Mesir (7-8-6), Iran (5-5-1), Arab Saudi (5-2-1), Malaysia (5-2-1), Maroko (2-3-0), dan Turki (1-3-1). Indonesia dengan 1 medali perunggu masih di urutan ke-19. (erk/)











































