DetikSport
Kamis 16 Februari 2017, 15:57 WIB

Pemerintah Matangkan Cabor dan Nomor Pertandingan Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Pemerintah Matangkan Cabor dan Nomor Pertandingan Asian Games 2018 Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pemerintah terus menggeber persiapan Asian Games 2018 Jakarta - Palembang. Salah satunya dengan mematangkan cabang olahraga (cabor) dan nomor-nomor yang akan dipertandingkan.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Satlak Prima membahas itu dalam pertemuan bersama di lantai 10 Kantor Kemenpora, Kamis (16/2/2017). Dalam rapat tersebut, Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto memaparkan tentang hasil rapat Koordinasi Komite yang dilaksanakan pada 14 Desember lalu, di Hotel Mulia Senayan.

Salah satu yang dibahas adalah mengenai usulan jumlah nomor pertandingan Asian Games 2018, yang merupakan terbanyak sepanjang sejarah Asian Games, dengan 44 cabor dan 61 sport disiplin yang terdiri dari 486 nomor pertandingan, berdasarkan hasil koordinasi INASGOC dengan Satlak Prima.

Dari jumlah itu, tiga cabor tambahan merupakan usulan Indonesia dan semuanya sudah diterima Dewan Olimpiade Asia (OCA) seperti paragliding, bridge, dan jetski. Sementara OCA mengusulkan dua cabor tambahan yaitu sepatu roda dan surfing.

"Yang jelas Prima sudah menetapkan cabor dan nomor apa saja. Nah, kaitannya dengan INASGOC karena ada usulan dari OCA untuk surfing dan sepatu roda Prima diminta untuk memberikan data riil dan plus minusnya seandainya usulan dari OCA itu diterima karena seperti jetski dan para gliding adalah andalan kita," ungkap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S. Dewa Broto.

Pemerintah Matangkan Cabor dan Nomor Pertandingan Asian Games 2018Foto: Mercy Raya

"Kemudian nomor, memang disarankan OCA tidak lebih dari 500 nomor supaya tidak berdampak dengan biaya. Beberapanya memang tidak ada pilihan, ada beberapa nomor yang harus dipertandingkan karena itu berbanding lurus dengan target medali rrmas yang ingin diraih. Tetapi kalau ada risiko itu menjadi tanggung jawab Indonesia.

"Lalu yang terakhir strategi dari pak Achmad Soetjipto tentang beberapa nomor pertandingan tertentu agar INASGOC mengkunci kuotanya. Supaya dari negara-negara lain itu satu nomor tertentu tidak lebih dari sektor putra dan putri sekian orang. Kita mengunci mereka untuk tidak bebas ikut di beberapa nomor pertandingan. Itu lazim dan haknya tuan rumah," ujarnya.

Secara terpisah, Kasatlak Prima Achmad Sotejipto mengatakan bahwa pertimbangan dalam menetapkan nomor pertandingan mereka akan mempertimbangkan beberapa hal.

"Pertama kaitannya dengan strategi pemenangan, ada yang kaitanya dengan ego sebagai tuan rumah, ada juga dengan masalah mobilisasi atlet, peralatan dan hal lainnya," kata Soetjipto.

Saat ini dari Prima sendiri mengusulkan ada 490 nomor tetapi jumlah itu masih belum final. Sebab, setelah itu masih akan dirapatkan pada Koorkom di Palembang pada Maret mendatang. "Belum final. Itu kan baru usulan kami saja setelah rapat tadi. Finalnya saat di Koorkom nanti di Palembang," ujar Soetjipto.



(mcy/krs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed