Usulan ini muncul saat Satlak Prima melakukan rapat dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengenai jumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan Asian Games 2018, di lantai 10 Kantor Kemenpora, Kamis (16/2/2017).
Satlak meminta tambahan Rp 150 miliar, dari angka Rp 500 miliar yang sebelumnya sudah ditetapkan pemerintah untuk anggaran pelatnas Prima tahun 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, Bapak Menpora belum menyanggupi tapi menilai hal itu sebagai hal yang wajar. Karena anggaran kita itu paling buruk se-Asia Tenggara dengan angka Rp 235 miliar support dana olahraganya, dibanding Filipina Rp 244 miliar. Jadi bagaimana prestasi mau bagus?" ucap Gatot.
Tak hanya tambahan anggaran untuk tahun ini, Gatot menyebut bahwa Satlak Prima juga membahas soal angka yang akan dibutuhkan untuk tiga tahun ke depan.
Untuk tahun 2018, anggaran yang dibutuhkan Prima sekitar Rp 900 miliar, begitu siiring berjalan waktu akan meningkat di tahun berikutnya. Sebab selain Asian Games, Prima juga mempersiapkan atlet menuju Olimpiade 2020.
"Tetapi tadi itu memang saya katakan masalah anggaran tergantung Bapak Menteri untuk bisa mempersentasikan ke Bapak presiden. Tetapi untuk angka tambahan yang Rp 150 miliar itu diharapkan bisa turun tahun ini, karena yang Rp 500 miliar-nya kan sudah ada di Kemenpora tinggal dicairkan caja," ungkapnya.
"Menurut saya jika melihat manfaatnya itu worth it dan terget yang ingin dicapai. Angka-angka itu sangat pantas," sebut Gatot.
(mcy/krs)











































