Bertempat di Lapangan Ngara Lamo Salero, turnamen tinju di Ternate itu dihelat. Sebanyak 285 petinju ambil bagian dalam ajang yang masih di level amatir.
Sebanyak 100 orang bertanding di nomor junior boys, elit man ada 145 orang, sementara sisanya di nomor tinju putri. Ada 30 sasana tinju yang ambil bagian dalam acara ini, empat kabupaten lain dan PPLP juga berpertisipasi dalam acara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Indonesia tinggal mempunyai satu petinju di level internasional yakni Daud 'Cino' Yordan.
"Beberapa hari yang lalu, saya menjenguk seorang petinju legendaris nasional, Ellyas Pical. Dia sehat, kemarin diberitakan meninggal, alhamdulillah dia sehat," ujar Imam, Rabu (22/2) malam WIT.
"Saya memegang tangan kirinya, dengan tangan itu dia banyak menumbangkan lawan-lawannya. Dengan tangan kiri itu, seringkali lagu Indonesia Raya dinyanyikan, bendera merah putih dikibarkan," sambungnya.
"Saya bilang ke Pak Elly, 'tolong kehebatan tangan kirimu, salurkan ke petinju-petinju yang lain. Saat ini, saya rindu muncul Ellyas Pical yang baru, Daud Yordan baru, Chris John baru, dan petinju hebat lain yang dari Ternate'."
"Kita ini mempunyai petinju-petinju hebat di Tanah Air. Tinggal bagaimana kita bekerja bareng, Pak Walikota, Pak Gubernur. Sisi apa yang perlu kita lakukan sedara bersama-sama. Infrastruktur, sasana, tempat, GOR, stadion? Silahkan berdoa bersama biar segera terwujud," imbuhnya.
Karena ajang ini masih di level amatir, besaran hadiah untuk pemenang tak bisa disebutkan.
"Total hadiah level amatir sama secara nasional, hadiahnya tak bisa diumumkan. Yang jelas ada uang pembinaan, juara satu, dua, tiga diberi uang pembinaan. Atlet berprestasi diberi piagam penghargaan," kata ketua Pertina kota Ternate, Nuryadin Rahman.
"PON kemarin atlet kami mendapatkan medali emas. Jadi, kami yakin petinju dari sini akan menjadi andalan nasional."
(cas/mrp)











































