OCA Soroti Jenis Kayu untuk Pembangunan Velodrome

OCA Soroti Jenis Kayu untuk Pembangunan Velodrome

Mercy Raya - Sport
Senin, 06 Mar 2017 20:12 WIB
OCA Soroti Jenis Kayu untuk Pembangunan Velodrome
Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Arena velodrome mendapat kunjungan dari Olympic Council of Asia (OCA). Bahan kayu yang digunakan kontraktor pun mendapat sorotan.

Tinjauan dilakukan pada Senin (6/3/2017), seusai OCA melakukan rapat Koordinasi Komite Asian Games di Hotel Fairmount. Ada dua venue yang akan dipantau pembangunannya oleh OCA, pertama velodrome di Rawamangun, kemudian venue equestrian di Pulo Mas, Jakarta.

OCA diwakili Wakil Ketua Dewan Kehormatan OCA Wei Jizhong, OCA Director of Asian Games Haider Farman, OCA Coordination Committee Member Gen. Souhail Khoury. Mereka didamping Direktur Venue 2 Syahrir Nawier, Wakil Direktur 3 Abdul Rauf, dan member venue, Rafiq Hakim Radinal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kunjungannya ke velodrome, Wei Jizhong banyak bertanya soal bahan yang akan digunakan untuk trek balap sepeda tersebut dan menyarankan untuk memilih kayu untuk jenis cuaca tropis seperti Indonesia. Untuk diketahui, PT Jakarta Propertindo telah menetapkan kayu yang digunakan untuk trek adalah kayu Siberia.

"Saya memang kurang begitu paham menyoal kayu. Hanya sepengetahuan saya memang kayu Serbia bagus tetapi itu cocok untuk negara Eropa. Sementara di beberapa negara iklim panas cenderung mengambil kayu-kayu dari Afrika. Jadi kalau misalnya kalian ingin menggunakan kayu Siberia ini, kalian harus memikirkan jangka panjangnya. Maintenance-nya bagaimana?" ucap Wei Jizhong, soal kayu itu.

Menanggapi itu, President Director PT Jakarta Propertindo, Satya Heragandhi, mengatakan jika kayu yang digunakan telah digaransi oleh pihak kontraktor selama 25 tahun. Sejauh ini, PT Jakpro bekerjasama dengan kontraktor dari ES Global.

"Kami semua mengandalkan dan persetujuan yang dilakukan ES Global. Dia adalah kontraktor yang sudah membangun untuk Olimpiade London 2012 dan Rio de Janerio 2016. Mereka yang lebih tahu, apakah kayu yang cocok adalah kayu Siberia atau kayu Afrika, atau kayu lain," tambah dia.

Meski begitu, Satya mengatakan akan mempertimbangkan saran yang diberikan OCA. Rencananya, akhir bulan ini pihaknya akan melakukan kunjungan khusus bersama PB ISSI untuk melihat kayu yang digunakan.

"Akhir bulan ini kami akan lakukan kunjungan khusus untuk melihat bersama-sama dengan PB ISSI. Apakah betul-betul jenis kayu itulah yang cocok. Karena kita ini butuh jumlah kayu yang cukup besar jadi tidak bisa kayu ujug-ujug datang. Jadi harus disiapkan jadi kami perlu verifikasi jenis kayunya," Satya menjelaskan.

Pembangunan velodrome sendiri dijadwalkan akan kelar pada April 2018. Sehingga Juli dan Agustus venue benar-benar sudah siap. "Untuk kayu rencananya Agustus ini akan datang ke Indonesia. Nah, untuk menjaga kelembapan kayu kami akan pakai teknologi tertentu," pungkas dia. (mcy/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads