Arena Equestrian Belum Bersertifikat Bebas Penyakit, OCA: Bukan Masalah Serius

Arena Equestrian Belum Bersertifikat Bebas Penyakit, OCA: Bukan Masalah Serius

Mercy Raya - Sport
Senin, 06 Mar 2017 22:42 WIB
Arena Equestrian Belum Bersertifikat Bebas Penyakit, OCA: Bukan Masalah Serius
Foto: detikSport/Mercy Raya
Jakarta - Arena equestrian untuk Asian Games 2018 belum juga bersertifikat bebas penyakit dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia. Tapi Olympic Council of Asia (OCA) memastikan itu tak masalah.

INASGOC akan memulai pemanasan Asian Games 2018 dengan menggelar test event resmi pada 10 cabang olahraga, yang akan dimulai tahun depan. Selain itu masih akan ada 32 cabor lainnya yang juga akan menggelar simulasi, namun di luar 10 cabor resmi dari OCA tersebut.

Cabang equestrian salah satu yang akan melangsungkan test event yang sifatnya lokal, yang rencananya berjalan pada Desember 2017. Arena equestrian sendiri hingga kini masih dalam tahap kontruksi dengan proses renovasi sudah berjalan 20 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama PT Pulo Mas Jaya Bambang Mursalin mengatakan sejauh ini renovasi di area Pulo Mas berjalan lancar. Satu-satunya yang belum mendapat kepastian hanyalah terkait sertifikat bebas penyakit (EDFZ/Equine Disease Free Zone) dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), tapi dia memastikan test event akan tetap berjalan.

"Saat ini sudah berjalan 20 persen dari total keseluruhan pembangunan yang kami lakukan. Betul kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan OCA, Wei Jizhong, yang menganggap renovasi bakal lebih lama dari membangun, tetapi waktu kita masih cukup," kata Bambang soal pembangunan.

"Kendala saat ini hanya sertifikasi yang belum. Kami sudah dari tahun lalu mengurus surat resmi dari Dirjen Pertenakan dan Pertanian untuk dikirimkan ke OIE."

"Jadi nanti akan ada lima kali pertandingan, tetapi ini bukan test event yang resmi dari OCA. Karena dari mereka kan 10 cabor, tidak termasuk equestrian. Jadi kita koordinasi dengan federasinya dan INASGOC," kata Bambang.

Hal yang sama diungkapkan salah satu anggota departemen venue cabang equestrian Rafiq Hakim Radinal. Dia mengatakan saat test event kuda yang digunakan lokal, bukan dari luar negeri.

"Test event, kudanya lokal. Jadi tidak ada negara-negara lain? Karena kalau sekali datang (dari luar negeri) itu kuda kena biaya 7.000 euro. Jadi jika 10 kuda dari luar yang kita panggil test event bisa 70.000 euro. Sementara untuk keluar masuk prosedurnya belum selesai. Jadi cukup lokal saja," kata Rafiq.

Lebih lanjut dia mengatakan jika test event equestrian ini hanya untuk menguji coba kelayakan dari tanah, keamanan, dan semua yang berkaitan dengan penyelenggaraan Asian Games.

"Jadi yang penting di test event itu adalah kesiapan kita dan venue. Tetapi saya yakin venuenya insya Allah 100 persen international standart," kata Rafiq.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan OCA Wei Jizhong mengatakan masalah sertifikat bukanlah masalah serius. Ia meyakini hal itu bakal terpecahkan.

"Saya pikir ini bukan masalah serius. Yang terpenting adalah mengikuti aturan," kata Wei soal sertifikat bebas penyakit yang belum kunjung keluar.

"Progress dari pembangunan arena kuda dan velodrome sudah tepat sasaran. Meskipun masih di bawah Gelora Bung Karno namun membangun ulang lebih mudah ketimbang renovasi. Saya hanya merekomendasikan agar bisa tepat waktu. Bukan berarti mempercepat tetapi bagi saya yang terpenting adalah kualitas," pungkas Wei. (mcy/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads