OCA Puas dengan Pembangunan Venue, Beri Saran untuk Penyelenggara

OCA Puas dengan Pembangunan Venue, Beri Saran untuk Penyelenggara

Mercy Raya - Sport
Senin, 06 Mar 2017 23:16 WIB
Foto: -
Jakarta - Olympic Council of Asia (OCA) mengaku cukup puas dengan pembangunan venue-venue yang akan digunakan untuk Asian Games 2018. Tapi ada saran untuk penyelenggara.

Indonesia masih memiliki waktu sekitar 16 bulan lagi sebelum benar-benar menggelar Asian Games. Renovasi dan pembangunan venue pun terus digeber agar kelar tepat waktu.

Sebagai bentuk dukungan, OCA datang ke tanah air, selain untuk menggelar rapat Koordinasi Komite ke-6 terkait nomor cabang olahraga, jumlah cabor, juga meninjau kemajuan dari pembangunan dan renovasi venue yang akan digunakan para atlet dan delegasi cabor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedari Sabtu (4/3) hingga Senin (6/3), perwakilan teknikal delegasi cabang-cabang olahraga dan OCA melakukan tinjauan ke sejumlah venue, baik di Jakarta maupun Palembang. Sampai kunjungan akhir mereka ke venue velodrome di Rawamangun dan equestrian di Pulo Mas, OCA memberikan respon yang positif.

"Sejak pertemuan terakhir di Agustus, kami memerintahkan konstruksi harus segera dimulai. Jika tidak pasti akan terlambat. Saya sudah bertemu empat kali dengan para arsitek. Sekarang, saya puas dengan perkembangan. Sebab persiapan Indonesia tidak boleh tertunda lagi. Semua sudah sesuai dengan standar international," kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan OCA, Wei Jizhong, Senin (6/3/2017)

"GBK merupakan sport center yang dibangung sejak 1962 dan dulu pernah menjadi tuan rumah Asian Games. Setelah pertemuan ini tentu banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk merenovasi GBK. Tetapi pemerintah Indonesia telah berkomitmen merenovasi sehingga bisa lebih bagus ke depannya dan renovasi GBK sudah berada di jalur tepat."

"Saya hanya menegaskan kepada arsitek agar lebih memperhatikan detil-detil minor. Jadi saya pikir proses renovasi berjalan bagus," tambah dia.

Wei juga mengingatkan agar INASGOC, pemerintah Indonesia, maupun kontraktor agar tidak terlalu buru-buru dalam membangun, hingga akhirnya mengesampingkan urusan kualitas dan keamanan dalam penyelesaian proyek venue pertandingan.

"Saya lebih merekomendasikan jangan terburu-buru. Tiga bulan sebelum kompetisi sudah cukup. Jika terlalu buru-buru, kualitas dari kontruksi dan renovasi justru mengkhawatirkan. Jadi saya lebih memikirkan kualitas yang bagus dibandingkan hasil yang mengkhawatirkan," ujar dia.

Menyoal venue yang harus sesuai standar internasional, Wei menyebut, jika rancangan pembangunan harusnya sudah sejak awal sudah memenuhi aturan yang ditetapkan federasi internasional. Seperti contohnya, kolam akuatik yang harus menyesuaikan dengan standar Federasi Akuatik Dunia (FINA) seperti kedalamannya, suhu air, dimensi kolam. Jadi sejauh ini belum ada masalah.

"Normalnya, renovasi dan pembangunan sudah sesuai dengan standar internasional. Jadi kami sudah memastikannya sejak awal," pungkas Wei.


(mcy/rin)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads