Hal itu disampaikan Erick usai rapat Koordinasi Komite Asian Games di Hotel Fairmont, Senayan, pada Senin (6/3/2017). Untuk diketahui, pada Asian Games 2018 yang bakal dihelat di Jakarta-Palembang sementara ini diputuskan akan digelar 484 nomor dari 42 cabang olahraga (cabor).
Indonesia awalnya mengajukan 493 nomor kepada Olympic Council of Asia (OCA) untuk dipertandingkan. Tetapi bagi OCA, ada beberapa nomor yang tidak bisa dipertandingkan seperti dalam cabor bridge.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengurangan nomor ini pun bisa dibilang cukup merugikan Indonesia. Erick mengakui soal raihan medali merupakan wilayah Satlak Prima, namun dia berharap target bisa tetap tercapai untuk mengiringi sukses penyelenggaraan.
"Tentu kan target dari pada sukses prestasi itu kembali di tangan Kemenpora dan tentunya kami panitia. Saya rasa di rapat anggota dengan KOI kemarin, Satlak Prima sudah mempersentasikan berapa target emas yang dicapai, kalau bisa kan 10 besar. Mungkin itu domain di Satlak Prima, tetapi target 10 besar itu harus kita didapatkan," kata Erick, di Hotel Fairmont, Senayan, Senin (6/3/2017).
Sementara itu, Ketua Komite Koordinasi OCA Tsunekazu Takeda menyebut jika soal nomor pertandingan masih bisa berubah lagi. Namun tidak untuk ditambahkan alias hanya bisa berkurang.
"Kami mengunci 484 nomor pertandingan dari 42 cabor. Jumlah ini sudah maksimum, tapi masih bisa berubah. Dengan catatan, nomor pertandingan dapat dikurangi," ungkap dia.
Keputusan jumlah nomor pertandingan memang masih belum final. Semua baru benar-benar dikunci pada Agustus 2017, atau sebelum buku peraturan teknis lomba dibentuk. (mcy/raw)











































