Promosi Asian Games Belum Maksimal, Ini Komentar Presiden INASGOC

Promosi Asian Games Belum Maksimal, Ini Komentar Presiden INASGOC

Mercy Raya - Sport
Selasa, 07 Mar 2017 12:24 WIB
Promosi Asian Games Belum Maksimal, Ini Komentar Presiden INASGOC
Foto: Dok. INASGOC
Jakarta - Asian Games 2018 hingga kini belum menunjukkan gairahnya. Promosi dan sosialisasi melempem bahkan 16 bulan menjelang dihelatnya pesta olahraga negara-negara se-Asia itu.

Presiden Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) menyadari kenyataan tersebut mengingat situasi yang dihadapi pihaknya.

Apalagi sebelumnya ada kasus yang melibatkan dua anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI), yang juga anggota INASGOC, terkait dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games pada 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya itu realitas kehidupan yang mana kita masih berhadapan dengan situasi yang terjadi. Tetapi saya rasa tentu persiapan ini masih bisa kita tanggulangi. Apalagi saat di Rapat Terbatas waktu lalu semua kementerian sudah ikut," kata Erick saat ditemui di Hotel Fairmont, Senayan, pada Senin (6/3/2017).

Erick juga menyambut positif karena saat rapat Koordinasi Komite ke-6 dengan Olympic Council of Asia (OCA), sejumlah kementerian sudah ikut terlibat. Di antaranya Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, juga Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Saya rasa respons pemerintah beberapa bulan terakhir cukup meningkat (soal Asian Games), sehingga saya harapkan daripada promosi luar negeri yang akan melibatkan Kementerian Pariwisata Insya Allah bisa lebih baik."

"Sementara untuk promosi dalam negeri Kementerian BUMN akan membantu percepatan ini supaya masyarakat punya rasa persamaan Asian Games untuk kita semua," lanjutnya.

Erick sendiri tak bisa menyebut secara detail angka yang dibutuhkan untuk sosialisasi, karena sumber dana anggarannya dari pemerintah belum cair.

Sebelumnya, pemerintah menyebut agenda sosialisasi dan promosi baru bisa digeber setelah dana awal tahun 2017 sebesar Rp 500 miliar cair. Sedangkan pencairan hingga saat masih menunggu revisi Peraturan Presiden menyangkut kebijakan pengadaan barang/jasa.

"Sosialisasi akan banyak dibantu pemerintah. Sekarang justru pendanaan yang ada harus kita manfaatkan untuk down payment alat, tempat, tets event, bukan hanya untuk promosi," kata Erick, yang juga Ketua Umum KOI ini.

Menyoal pemerintah yang meminta pertanggungjawaban INASGOC dan OCA terkait dana broadcasting yang sudah ditranfer sebesar 30 juta AS dollar, Erick menyebut jika hal itu akan segera terjawab.

"Dana broadcasting dari Koorkom ini ada dua yang disorot IT dan broadcasting dari OCA. Saya rasa itu yang nanti akan dijawab seperti apa, IT seperti apa. Alhamdullilah saat ini kita sudah tandatangan dengan IT Solution dari SsangYong Information Communication & Coorporation. Selain itu kita juga sudah bekerjasama dengan perusahaan apparel asal China, 361°. Dan, sesuai host city contract ini adalah event OCA. Kami hanya event organizer saja," kata Erick.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan OCA, Wei Jizhong, mengatakan jika tidak ada pembahasan soal dana broadcasting di Koorkom.

"Tidak ada agenda untuk itu dan hal tersebut bukan tanggung jawab saya, " tukas Wei. (mcy/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads