DetikSport
Rabu 15 Maret 2017, 16:10 WIB

Rapat Koordinasi Asian Games Dipimpin JK, Tanpa Erick Thohir

Mercy Raya - detikSport
Rapat Koordinasi Asian Games Dipimpin JK, Tanpa Erick Thohir Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -


Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memimpin rapat koordinasi Asian Games di Kantor Menpora, Senayan, Jakarta hari ini. Ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir tak hadir dalam acaritu.

Rapat itu dihelat Rabu (15/3/2017) di Senayan. Hadir dalam acara itu Wapres JK, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menpora Imam Nahrawi, Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto.

Hadir juga di dalam pertemuan itu Ketua Satuan pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Achmad Soetjipto, Wakil Ketua Umum KOI Muddai Madang, serta juru bicara KOI Helen de Lima.

Rapat koordinasi bersama JK sebagai ketua pengarah Asian Games 2018 itu baru pertama kali dihelat. Sekaligus yang pertama di kantor Kemenpora.

Prestasi menjadi topik utama pembicaraan dalam rapat tersebut. JK menegaskan Indonesia menargetkan posisi sepuluh besar.

[Baca Juga: Indonesia Tegaskan Target Peringkat 10 Besar Asian Games 2018]

Asian Games akan diikuti 45 negara dan memperebutkan 484 nomor dari 42 cabang olahraga. Indonesia menargetkan urutan delapan sampai 10 besar dengan perhitungan harus mencapai minimal 23 medali emas.

Sebagai persiapan mencapai target tersebut, Menpora memaparkan sejumlah persiapan yang dilakukan terkait dengan cabang cabang olahraga yang diikuti oleh Indonesia. Menpora menuturkan ada empat langkah strategis yang dilakukan untuk mencapai prestasi itu.

Empat hal itu adalah pertama manajemen pembinaan atlet, melakukan intentifikasi kepelatihan perfoma tinggi, melakukan intensifikasi manajemen prestasi Satlak Prima, kemudian secara bertahap menciptakan lingkungan keunggulan di sentra-sentra kepelatihan pelatnas cabang-cabang olahraga yang mengacu pada standar internasional.

Selain itu, optimalisasi sistem moniyoring atlet juga telah dilakukan emlalui pemanfaatan sistem informasi teknologi. Di mana mulai 2017 telah dilakukan penggunaan aplikasi Integrated Athlete Monitoring System (IAMPRIMA). Tujuannya untuk memantau kepelatihan dengn kebutuhan pemylihan kondisi atlet, evaluasi, proses pencapaian goal dan intervensi untuk pencegahan overbtraining yang mengakibatakan risiko cedera.

Selain tentang manajemen pembinaan prestasi, dalam rapat juga dipaparkan mengenai rencana penataan kawasan PP PON Cibubur menjadi kawasan Sport Indonesia untuk meningkarkan prestasi atlet nasional dalam mencapai prestasi internasional.



(mcy/fem)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed