JK Luruskan Anggapan Pemangkasan Anggaran Asian Games 2018

JK Luruskan Anggapan Pemangkasan Anggaran Asian Games 2018

Mercy Raya - Sport
Rabu, 15 Mar 2017 19:45 WIB
JK Luruskan Anggapan Pemangkasan Anggaran Asian Games 2018
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan tak ada pemotongan anggaran Asian Games 2018. Pemerintah menyetujui dana sebesar Rp 4 triliun dari pengajuan Rp 8 triliun.

Panitia lokal penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) mengajukan dana kepada pemerintah sebesar Rp 8 triliun untuk menghelat pesta olahraga se-Asia empat tahunan itu. Dana itu dibutuhkan untuk sosialisasi, test event, serta operasional mulai 18 Agustus sampai 2 September 2018.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam operasional selama dua pekan itu biaya paling besar tersedot untuk upacara pembukaan dan penutupan serta sewa venue. Besaran dana itu di luar renovasi Gelora Bung Karno, yang disebut-sebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 2,5 triliun.

Nilai tersebut belum termasuk Rp 500 miliar yang dijanjikan pemerintah bakal cair di awal tahun ini. Pencairan dana itu terbentur ketiadaan Peraturan Presiden penunjukkan langsung untuk pengadaan barang dan jasa.

JK menyebut pemerintah menyetujui anggaran Asian Games Rp 4 triliun alias separo dari yang diajukan. Dia optimistis Asian Games 2018 tetap bergulir dengan baik meskipun dana yang disetujui tak sebesar proposal INASGOC.

"Kami bukan memangkas anggaran karena anggarannya belum pernah kami setujui. Jadi, baru usulan yang ada. Yang namanya pangkas ini kan berarti dipotong. Tetapi ini kan tidak, melainkan kami baru usulan kepada pemerintah. Pemerintah melihat bisa lebih dihemat," tegas JK yang juga menjabat sebagai ketua dewan pengarah Asian Games 2018 itu saat usai pertemuan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Asian Games 2018, yang digelar di lantai 3 Kantor Kemenpora, Rabu (15/3/2017).

"Jangan lupa pemasukan biaya itu bukan hanya dari APBN ada sponsor promosi uang masuk karcis diperkirakan bisa masuk 2,5 T itu. Jadi, biaya penyelenggaraan bukan hanya dari APBN tapi harus juga dari promosi sponsor-sponsor yang jumlahnya diperkirakan cukup besar. Lagi dikerjakan semua," tutur JK.

Tugas JK sebagai Dewan Pengarah Asian Games 2018 memang tidak mudah. Dia mendapatkan posisi itu langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Keberadaan Jk diharapkan bisa membuat pelaksanaan Asian Games berada pada jalur yang tepat. Bukan rahasia lagi, ada korupsi dalam pelaksanaan persiapan Asian Games. Polda Metro Jaya menetapkan Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Indonesia (KOI), Doddy Iswandi, dan Ikhwan Agus sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018.

"Saya ke sini untuk mengawal Asian Games agar semua aman dan selamat. Dan, saya sendiri sudah mencoba menghubungi beberapa sponsor untuk efisiensi anggaran kita," kata JK.




(mcy/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads