DetikSport
Kamis 16 Maret 2017, 00:02 WIB

Pemerintah Setujui Rp 4 Triliun untuk Asian Games, KPK Akan Kawal

Dhani Irawan - detikSport
Pemerintah Setujui Rp 4 Triliun untuk Asian Games, KPK Akan Kawal Foto: Asian Games 2018
Jakarta - Anggaran dana untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 sudah disetujui pemerintah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap untuk mengawasi penggunaannya agar tak dikemplang.

Pemerintah menyetujui kucuran Rp 4 triliun untuk penyelenggaraan Asian Games 2018. Jumlah yang disetujui itu merupakan setengah dari yang diajukan.

"Jika Kemenpora membutuhkan koordinasi lebih lanjut dalam pencegahan, tentu saja KPK sangat terbuka untuk itu. Posisi KPK sederhana saja, terkait dengan pengadaan. Jalankanlah pengadaan itu dengan baik sesuai dengan peraturan yang berlaku agar tidak jadi persoalan secara hukum," ucap Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (15/3/2017).

"Kita memahami kebutuhan untuk pembangunan apa saja. KPK tentu mendukung pembangunan tersebut dilakukan," imbuh Febri.

KPK mewanti-wanti sejak awal lantaran besaran anggaran yang dikeluarkan itu menimbulkan risiko besar pula dalam penggunaannya. Apalagi, dulu KPK pernah mengungkap pula adanya korupsi di sektor olahraga dalam proyek Wisma Atlet.

"Semakin besar proyek maka semakin besar risiko penyimpangan. Terkait dengan proyek dalam ruang lingkup event olahraga, dulu kita melakukan OTT dalam proyek wisma atlet. Memang hal seperti ini perlu disikapi sangat hati-hati agar proyek yang awalnya diniatkan cukup baik untuk penyelenggaraan olahraga di tingkat nasional tidak kemudian dinikmati oleh pihak-pihak tertentu," ujar Febri.

Sebelumnya, panitia lokal penyelenggara Asian Games 2018 mengajukan dana kepada pemerintah sebesar Rp 8 triliun untuk menghelat pesta olahraga se-Asia empat tahunan itu. Dana itu dibutuhkan untuk sosialisasi, test event, serta operasional mulai 18 Agustus sampai 2 September 2018.

Dalam operasional selama dua pekan itu biaya paling besar tersedot untuk upacara pembukaan dan penutupan serta sewa venue. Besaran dana itu di luar renovasi Gelora Bung Karno, yang disebut-sebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 2,5 triliun.

Nilai tersebut belum termasuk Rp 500 miliar yang dijanjikan pemerintah bakal cair di awal tahun ini. Pencairan dana itu terbentur ketiadaan Peraturan Presiden penunjukan langsung untuk pengadaan barang dan jasa.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) menyebut pemerintah menyetujui anggaran Asian Games Rp 4 triliun alias separuh dari yang diajukan. Dia optimistis Asian Games 2018 tetap bergulir dengan baik meskipun dana yang disetujui tak sebesar proposal.

"Kami bukan memangkas anggaran karena anggarannya belum pernah kami setujui. Jadi, baru usulan yang ada. Yang namanya pangkas ini kan berarti dipotong. Tetapi ini kan tidak, melainkan kami baru usulan kepada pemerintah. Pemerintah melihat bisa lebih dihemat," tegas JK yang juga menjabat sebagai ketua dewan pengarah Asian Games 2018 itu saat usai pertemuan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Asian Games 2018, yang digelar di lantai 3 Kantor Kemenpora, Rabu (15/3/2017).

Tugas JK sebagai Dewan Pengarah Asian Games 2018 memang tidak mudah. Dia mendapatkan posisi itu langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Keberadaan Jk diharapkan bisa membuat pelaksanaan Asian Games berada pada jalur yang tepat. Bukan rahasia lagi, ada korupsi dalam pelaksanaan persiapan Asian Games.

Polda Metro Jaya menetapkan Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Indonesia (KOI), Doddy Iswandi, dan Ikhwan Agus sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018.

"Saya ke sini untuk mengawal Asian Games agar semua aman dan selamat. Dan, saya sendiri sudah mencoba menghubungi beberapa sponsor untuk efisiensi anggaran kita," kata JK.



(dha/cas)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed