DetikSport
Kamis 16 Maret 2017, 20:37 WIB

Inge Prasetyo, Orang Indonesia Pertama yang Akan ke Ironman World Championship

Mercy Raya - detikSport
Inge Prasetyo, Orang Indonesia Pertama yang Akan ke Ironman World Championship Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Untuk pertama kalinya Indonesia meloloskan wakilnya ke ajang triathlon Ironman World Championship 2017. Dia perempuan bernama Inge Prasetyo.

Inge bukan dari kalangan atlet elite di cabang olahraga thriatlon. Dia merupakan penghobi yang menyukai lomba yang menantang seperti full thriatlon.

Dari sekadar senang-senang, Inge ketagihan dengan gelar-gelar juara dari berbagai lomba yang diikuti. Sebuah raihan besar didapatkan wanita kelahiran 6 Juni 1980 itu sebagai juara kelompok usia 35-39 tahun lomba Ironman Taiwan 2016 pada 2 Oktober 2016.

Sebagai juara di sana, dia berhak tampil pada Kejuaraan Ironman World Championship yang akan berlangsung di Kona, Hawaii, 14 Oktober 2017. Selain Inge, ada Andy Wibowo, yang merupakan atlet pelatnas thriatlon. Andy lolos usai meraih juara ironman Hefei di China 16 Oktober tahun lalu.

Inge yang ditemui di kawasan FX Sudirman, pada Kamis (16/3/2017) menceritakan kisahnya sampai akhirnya bisa mendapat kesempatan itu.

Inge sama sekali tak berpikir akan menjadi peserta, ya sekadar peserta pada lomba-lomba triathlon. Dia punya asma sejak kecil. Namun, justru dari asma itu pula Inge mulai giat berolahraga.

"Saya itu waktu kecil lahir prematur (7 bulan) dan saat baru lahir itu langsung masuk inkubator. Hampir setiap bulan keluar masuk rumah sakit karena asma. Nah, karena saking seringnya akhirnya dokter menyarankan untuk saya belajar berenang supaya asmanya berkurang. Katanya kan bisa nyembuhin dengan cara itu," ungkap Inge mengawali cerita.

Pada usia 4 tahun, Inge pun mulai belajar renang, tiga tahun berlalu dia masuk klub dan mengikuti berbagai lomba di kejuaraan renang antar klub. Pada usianya yang ke-9, Inge yang membela klub Kusuma Harapan, berhasil menjuarai lomba antar klub se-DKI Jakarta.

Tak hanya renang, oleh orang tuanya Inge juga dimasukkan ke klub lari, bernama Meteor. Bukan lari, dia justru tertarik dengan lompat jauh dan lompat jangkit, sementara untuk lari estafet dia mejadi peserta sebagai penggembira.

Ketertarikannya dibuktinya dengan seringnya dia meraih tiga besar di berbagai event. Salah satunya, Kejuaraan Nasional, di mana saat itu Inge yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas mewakili DKI Jakarta.

Memasuki usia 16 tahun, Inge mendapat tantangan lomba dari rekan-rekannya. Inge diajak teman-temannya untuk mencoba triathlon. Saat itu ajang yang diikuti adalah Batam Triathlon 1996.

"Waktu itu memang triathlon belum eksis. Orang tidak ada yang tahu, bahkan konsepnya. Saat diajak saya cuma berpikir 'oh, saya bisa sepeda dan lari'. Akhirnya pas coba tidak sangkaa juga jarak yang dilombakan lumayan banget untuk pemula. Jarak sepeda itu 60 km dan lari juga 10 km," kata Inge.

Meski kaget dengan konsepnya, tak membuat Inge kapok. Dua tahun belalu, Inge yang merantau ke Beijing akibat krisis moneter pada tahun 1998 mulai mencoba perlombaan lainnya di negeri orang.

"Ke Beijing saya hanya sendiri, orangtua tidak ikut karena adik kan masih kecil. Tapi di sana saya masih sempat ikut klub negara sana yang tidak punya nama. Memang beda sistem dan belajar, tapi minimal saya bisa belajar mental karena program latihan di sana cukup keras."

Selama 1,5 tahun di Beijing, Inge memutuskan untuk kuliah di University of California, Berkeley, jurusan teknik kimia. "Sama dengan di Beijing, di Amerika saya juga kerap ikut lomba. Tapi hanya sebatas junior college championship," kata anak kedua dari dua bersaudara ini.

Lulus tahun 2005, Inge melanjutkan hidup dengan bekerja di perusahaan Inggris, di Shanghai. Dia memulai karirnya dari nol, dari yang belum digaji hingga akhirnya mendapat posisi operation manager. Namun, namanya Inge, dia tak bisa melepas sisi keatletannya. selama di Shanghai, lewat ajakan teman, beragam lomba lari dia ikuti. Dimulai mulai 5K, 10K, maraton, half maraton, hingga full maraton.

Salah satunya, saat dia mengikuti triathlon di Shanghai. Saat itu dia harus melewati 1,5 km untuk renang, 40 km bersepeda, dan 10 km lari. Hasinya, Inge meraih runner up dengan catatan waktu 2 jam 36 menit, sementara juaranya diambil atlet Denmark Chatrina Wilson.

Satu momentum yang juga turut mendongkrak keseriusannya di ajang triathlon adalah saat ibunya, Lauw Ie Ting, didiagnosa kangker payudara. Saat itu, Inge pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan meninggalkan pekerjaannya,

"Saat itu dokter mendiagnosis sisa hidup mama hanya dua minggu lagi. Di situ saya langsung berpikir, bagaimana kalau saya yang ada di posisi itu dan hanya punya waktu dua minggu untuk hidup. Tentu harus melakukan kegiatan yang saya suka. Jangan sampai ada penyesalan," ungkapnya.

Inge pun rutin menjalani hobinya. Berbagai lomba dari yang level rendah sampai tinggi pun dia ikuti. Beruntung, keluarganya mendukung penuh. "Ayah dukung penuh banget. malah sempat tanya juga, sudah capek belum. Kalau belum lanjutkan saja, Mereka tahu aku orangnya tidak setengah-setengah dalam menjalani sesuatu atau sekadar ikut tren. Makanya mereka dukung 100 persen," ungkapnya.

"Ini bukan sekadar hobi. Tetapi ada tantangan dan belajar untuk disiplin, saya juga belajar bekerja keras, dan saya sangat menikmatinya. Saya juga tidak tahu sampai kapan," ujarnya kemudian tertawa.


(mcy/fem)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
  • Juventus Ditaklukkan Sampdoria 2-3

    DETIKSPORT | Minggu 19 November 2017, 22:54 WIB Juventus menelan kekalahan saat melawat ke markas Sampdoria di lanjutan Liga Italia. Bianconeri ditaklukkan I Blucerchiati dengan skor akhir 2-3.
  • Kevin/Marcus Sudah Raih Lima Gelar di 2017

    DETIKSPORT | Minggu 19 November 2017, 22:28 WIB Kesuksesan di China Terbuka Super Series Premier membuat koleksi gelar Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di tahun 2017 bertambah jadi lima.
  • Foto Sport

    Photo Journalist Workshop Asian Games 2018

    DETIKSPORT | Minggu 19 November 2017, 15:39 WIB Media Public Relation Inasgoc memberikan keterangan kepada para peserta Photo Journalist Workshop di Jakarta, Minggu (19/11).
  • Skor Kevin/Marcus vs Boe/Mogensen Kini Jadi 3-4

    DETIKSPORT | Minggu 19 November 2017, 15:08 WIB Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil menipiskan jarak dengan Mathias Boe/Carsten Mogensen dalam hal rekor pertemuan. Skornya kini 3-4.
  • China Terbuka Super Series Premier

    Kevin/Marcus Berjaya di Final

    DETIKSPORT | Minggu 19 November 2017, 13:59 WIB Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjuarai nomor ganda putra di China Terbuka Super Series Premier 2017, usai berjaya atas pasangan Denmark.
  • ATP Finals

    Federer Tumbang, Final Pertemukan Goffin vs Dimitrov

    DETIKSPORT | Minggu 19 November 2017, 06:38 WIB Juara enam kali Roger Federer gagal menambah trofinya di ATP Finals. Federer tumbang di tangan David Goffin, yang akan menghadapi Grigor Dimitrov di final.
  • ABL

    CLS Knights Raih Kemenangan Perdana di ABL

    DETIKSPORT | Minggu 19 November 2017, 02:18 WIB CLS Knights Indonesia memulai kiprahnya di ASEAN Basketball League dengan kemenangan. Menjamu Formosa Dreamers, CLS menang 94-73.
  • Solo Dukung Hari Bersepeda Nasional

    DETIKSPORT | Sabtu 18 November 2017, 21:40 WIB Rencana Kemenpora menggodok hari bersepeda nasional terus dimatangkan. Kota Solo pun melakukan ikrar mendukung hari bersepeda nasional tersebut.
  • Gowes Pesona Nusantara Kini Sambangi Ngawi

    DETIKSPORT | Sabtu 18 November 2017, 21:35 WIB Gowes Pesona Nusantara (GPN) sudah memasuki etape ke-88 yang dihelat di Ngawi. Kampanye mendukung Hari Bersepeda Nasional digalakkan di seri ini.
  • China Terbuka Super Series Premier

    Ahsan/Rian Kandas, All Indonesian Final Batal Tercipta

    DETIKSPORT | Sabtu 18 November 2017, 17:34 WIB Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro terhenti di babak semifinal China Terbuka Super Series Premier 2017. Rencana untuk menciptakan all Indonesian final pun batal.
  • China Terbuka Super Series Premier

    Junhui/Yuchen Mati Kutu dengan Kecepatan Kevin/Marcus

    DETIKSPORT | Sabtu 18 November 2017, 16:50 WIB Ganda putra China, Li Junhui/Liu Yuchen, mengakui kecepatan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada semifinal China Terbuka Super Series Premier.
  • China Terbuka Super Series Premier

    Singkirkan Wakil China, Kevin/Marcus Tembus Final

    DETIKSPORT | Sabtu 18 November 2017, 14:54 WIB Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mulus ke babak final China Terbuka Super Series Premier 2017. Mereka mengalahkan Li Junhui/Liu Yuchen dari China.
  • Comeback, Spurs Tekuk Thunder

    DETIKSPORT | Sabtu 18 November 2017, 14:22 WIB San Antonio Spurs melakukan comeback gemilang saat menghadapi Oklahoma City Thunder. Tertinggal 23 poin, Spurs akhirnya menang 104-101 atas Thunder.
  • ATP Finals

    Goffin Tantang Federer di Semifinal

    DETIKSPORT | Sabtu 18 November 2017, 01:17 WIB David Goffin memastikan diri lolos ke semifinal ATP Finals usai mengalahkan Dominic Thiem. Petenis Belgia itu selanjutnya akan menantang Roger Federer.
  • China Terbuka Super Series Premier

    Dua Ganda Putra Lolos ke Semifinal, Ini Kata Pelatih

    DETIKSPORT | Sabtu 18 November 2017, 00:13 WIB Dua ganda putra Indonesia lolos ke semifinal China Terbuka Super Series Premier 2017. Bagaimana penilaian pelatih terkait pencapaian ini?
  • China Terbuka Super Series Premier

    Tontowi/Liliyana Tersisih di Perempatfinal

    DETIKSPORT | Jumat 17 November 2017, 22:31 WIB Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tak bisa melaju lebih jauh di China Terbuka Super Series Premier. Ganda campuran andalan Indonesia itu tersisih di perempatfinal.
  • Kemenpora Godok Rencana Hari Bersepeda Nasional

    DETIKSPORT | Jumat 17 November 2017, 17:14 WIB Kementerian Pemuda dan Olahraga sedang menggodok rencana adanya Hari Bersepeda Nasional, terkait tingginya animo masyarakat terhadap aktivitas gowes tersebut.
  • ATP Finals

    Federer Sapu Bersih Fase Grup

    DETIKSPORT | Jumat 17 November 2017, 06:35 WIB Roger Federer menyapu bersih seluruh laga fase grup ATP Finals 2017. Sudah dipastikan ke semifinal, Federer tak mengendur saat menghadapi Marin Cilic.