DetikSport
Jumat 17 Maret 2017, 17:58 WIB

PB ISSI Minta Paracycling Diperlombakan di Asian Paragames

Mercy Raya - detikSport
PB ISSI Minta Paracycling Diperlombakan di Asian Paragames Foto: ist.
Jakarta - Selain Asian Games 2018, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Asian Paragames--adalah multievent atlet-atlet berkebutuhan khusus. Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) akan meminta paracycling untuk masuk menjadi salah satu cabor yang dipertandingkan.

Asian Paragames akan digelar 6-16 Oktober 2018. Saat ini sudah ada 17 cabang olahraga yang dipastikan dipertandingkan di multievent tersebut. Nah, paracycling tidak masuk di antaranya.

Indonesia sendiri memiliki satu atlet paracycling yaitu M. Fadli. Dia juga baru saja dikirim untuk mengikuti Kejuaraan Asia Paracycling di Bahrain pada 24 Februari-3 Maret lalu. Saat itu Fadli yang baru pertama kali balapan meraih posisi empat di nomor Individual Tim Trial kategori C4.

Kehadiran Fadli boleh jadi bahan pertimbangan pemerintah untuk bisa melobi memasukkan paracycling untuk bisa dipertandingkan di Asian Paragames.

"Ya kami federasi PB ISSI akan mencoba berkirim surat kepada Kemenpora untuk bisa memberikan slot kepada paracycling bisa diadakan di Asian Paragames nanti. Tapi saya tidak akan ngotot harus. Pokoknya kirim surat saja dulu," kata Oktohari saat dihubungi detikSport pada Jumat (17/3/2017).

Sebelumnya, CEO Asian Paralympic Commitee, Tarek Souei, saat menggelar rapat koordinasi komite ke-2 di Hotel Peninsula, kemarin mengatakan jika Asian Paragames 2018 akan mempertandingkan 546 nomor event dari 17 cabor, namun jumlah itu bisa saja berubah.

"Banyaknya klasifikasi nomor sesuai dengan tingkat cacat atlet. Kami ingin membuat event seadil mungkin," kata Tarek.

Sementara, Asisten Deputi Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus, Bayu Rahardian,mengatakan penetapan nomor pertandingan Asian Paragames 2018 sudah disesuaikan dengan peluang medali Indonesia. Tapi masih kemungkinan bisa bertambah.

"Kami punya master plan menuju event, ada 17 cabor, tapi ada beberapa dewan ingin tambahan. Sehingga memungkinkan bisa tambah lagi. Begitu untuk nomor kemungkinan lebih dari 500, yang jelas kami masih menghitung demi prestasi," kata Bayu.

"Tapi kami juga harus mempertimbangkan persiapan menuju Olimpiade 2020. Jadi mungkin Asian Paragames bisa menjadi kualifikasi ke Tokyo 2020. Seperti taekwondo bisa dipakai untuk kualifikasi ke Tokyo,"

"Beberapa negara juga sudah mengajukan permintaan nambah cabor, misal Korea minta selancar. Tapi kami tetap harus memperhitungkan dari segala aspek," pungkas Bayu.
(mcy/din)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed