Okto--sapaan karib Raja Sapta Oktohari--dipercaya sebagai ketua panitia pelaksana Indonesia Asian Para Games Organizing Committee yang disebut sebagai Panitia Nasional INAPGOC--pada Jumat (17/3/2017). Pengangkatan itu secara resmi didapatkan Okto lewat Surat Keputusan yang ditandatangani Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.
Baru keluarnya SK itu menunjukkan Indonesia mempunyai waktu lebih singkat menyiapkan diri sebagai Asian Paragames --pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia untuk para difabel--yang bergulir di Jakarta pada 8-16 Oktober 2018 dengan melombakan 17 cabang olahraga itu ketimbang Asian Games Jakarta-Palembang. Padahal, dua multievent empat tahunan bangsa-bangsa se-Asia itu digelar 2018. Sejauh ini Koordinasi Komite Asian Paragames juga baru dihelat dua kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya cukup optimistis bisa terlaksana dengan baik di Indonesia. Cuma memang harus ada koordinasi yang baik, karena kalau Asian Games terkendala maka Paragames juga bakal kena dampaknya. Setelah ini kami akan evaluasi semuanya termasuk venue dan wisma atlet," kata Okto saat dihubungi melalui sambungan telepon dengan detikSport.
Tahapan lain yang segera dia lakukan adalah memilih struktur kepanitiaan yang akan membantunya untuk mempersiapkan Asian Paragames. Dia hanya memiliki waktu 1,5 tahun lagi untuk menyambut gelaran itu.
Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 20111-2014 itu mengatakan sebenarnya saat didapuk menjadi Ketua INAPGOC, dia sudah menerima draft struktur dari Menpora Imam Nahrawi. Di dalam draft itu strukturnya kurang lebih sama dengan susunan Panpel Asian Games.
"Tetapi karena ini untuk multievent para maka tentu akan ada tambahan supporting di dalam struktur. Tapi saya belum menentukan berapa jumlahnya, yang jelas ini pasti akan jadi (multiajang) yang happening, " kata Ketua PB ISSI ini.
"Kami juga akan mendorong INASGOC agar bisa in line dengan INAPGOC. Kan tidak lucu kalau balap-balapan. Karena tujuannya sama untuk menyukseskan semua dan ini sudah berlaku di dunia. Dimanapun jalan bareng, bukan jalan sendiri," jelas dia.
(mcy/fem)











































