"Kamera itu yang pasti dan jarang sekali ketinggalan. Itu wajib banget bawa," kata Triady dalam obrolan dengan detikSport, melalui sambungan telepon Rabu (23/3) malam.
Aji--sapaan karib Triady Fauzi Siddiq--memiliki alasan khusus untuk selalu membawa kamera di antara packing-an pakaian dan jersey tim nasional. Peralatan itu untuk mendukung hobinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Aji tetap pilih-pilih turnamen untuk membawa serta kamera atau meninggalkannya di rumah. Jika turun dalam kejuaraan besar dan gengsi negara sebagai taruhannya, Aji memilih untuk menanggalkan hobinya itu.
"Biasanya kayak ke Singapura dan Malaysia itu kan sudah sering jadi tidak bawa. Sama satu lagi kalau ada event-event kejuaraan yang besar, itu jarang bawa. Soalnya takut tidak fokus jadinya," ujarnya kemudian tertawa.
Selain kamera, peraih dua medali emas di SEA Games 2013 Myanmar ini juga mengaku penggemar jam G-Shock. Jam ini juga tidak pernah ketinggalan saat dia akan turun dalam kejuaraan.
"Kalau jam memang saya koleksi. Sekarang sudah ada enam buah jam G-Shock dan kebanyakan saya beli dari luar Indonesia," kata perenang kelahiran 29 September 1991 itu.
"Saya bukan tipe beli jam yang harus mahal. Lihat harga juga, kalau di atas Rp 2 juta biasanya gak aku beli. Jadi pilih-pilih model, lalu lihat harganya worth it gak, kalau iya saya beli."
"Kalau jam sebenarnya buat memperindah penampilan saja. Ada satu jam yang paling berkesan banget model army begitu dan saya beli di Korea tahun lalu."
Saat ini, Aji tengah persiapan menuju SEA Games Malaysia 2017. Dia bersama perenang lainnya melakukan latihan desentralisasi di Bali sejak akhir tahun kemarin.
===
Keterangan foto: Trio perenang Indonesia (dari kiri) Gede Siman Sudartawa, Glenn Victor Sutanto dan Triady Fauzi Sidiq. (Foto: ABC/Samantha Turnbull) (mcy/fem)










































