DetikSport
Kamis 23 Maret 2017, 15:10 WIB

Ritual Dan Jimat Sang Juara

Dulu Christian Hadinata Baca Novel Kriminal untuk Jaga Fokus Jelang Pertandingan

Mercy Raya - detikSport
Dulu Christian Hadinata Baca Novel Kriminal untuk Jaga Fokus Jelang Pertandingan Foto: PBSI
Jakarta - Legenda bulutangkis Christian Hadinata mempunyai kebiasaan khusus saat melakoni pertandingan di luar negeri. Dia tak pernah lupa membawa novel kriminal.

Pemain bulutangkis yang sukses di era 1970-1980 itu mempunyai pegangan khusus setiap kali mengikuti turnamen internasional. Christian selalu menitipkan harapan dalam doa-doanya.

Selain itu, Christian selalu membawa novel kriminal. Novel itu dibaca untuk membuang waktu di perjalanan dan sekaligus meredakan ketegangan menjelang pertandingan.

Pemilik gelar juara All England ganda campuran 1979 bersama Imelda Wiguna itu menilai sering membaca novel kriminal membantunya menambah fokus dan konsentrasi.

"Karena bagi saya kalau tidak lagi ngapa-ngapain, pas istirahat mau tidur lalu pikirin main malah capek. Jadi, pertandingan kan biasanya sore, siangnya saya baca novel-novel itu supaya fokusnya ke sana," ungkap Christian.

Biasanya, Christian mempertimbangkan durasi waktu pertandingan untuk menentukan jumlah novel yang dibawanya. Makin lama turnamen yang diikuti, makin banyak punya jumlah novel yang dibawa serta.

"Biasanya saya bawa saat All England, Kejuaraan Dunia, Piala Thomas, dan multievent yang bisa sampai dua minggu, seperti Asian Games. Itu pasti banyak, antara lima sampai sepuluh buku," ujar penyuka karya Aghata Christie ini.

Christian mengakui novel yang dibawa tak selalu habis dibaca. Meski begitu, dia tak kapok untuk meneruskan kebiasaan tersebut.

"Tidak selalu karena waktunya juga lebih banyak di lapangan. Jadi tidak selalu habis, biasanya dilanjutkan dengan baca di pesawat," ucap pria 46 tahun itu.

"Masih terus tetapi mungkin tidak seperti saat menjadi atlet dulu," ujarnya kemudian tertawa.

Di luar buku, hal yang wajib dibawa olehnya adalah vitamin C sebagai penambah stamina tubuh.

"Kalau makanan tidak ada, karena sudah biasa juga. Lagipula, di sana banyak restoran. Jadi gampang lah," imbuh dia.



(mcy/fem)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed