detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 23 Mar 2017 17:49 WIB

Kisah Ratu Taekwondo Berhijab yang Viral

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Foto: ist. Foto: ist.
Istanbul - Kubra Dagli telah membuktikan bahwa hijab bukan halangan untuk berprestasi dalam dunia olahraga. Taekwondoin asal Turki ini kembali ramai di media sosial.

Baik foto maupun video-video Dagli berseliweran di YouTube dan Facebook. Didukung dengan kemampuan dan kelenturan tubuhnya, Dagli dengan sigapnya melakukan teknik-teknik taekwondo yang sulit, seperti contohnya side kick di mana satu kaki menumpu badan dengan kaki lainnya berada di sisi atas dengan kecondongan nyaris 180 derajat.

Aksi itu dilakukan Dagli tanpa merasa terganggu dengan hijab yang dikenakannya. Malahan Dagli belum lama ini mengharumkan nama negaranya di Kejuaraan Dunia yang digelar di Lima, Peru akhir tahun 2016 lalu.

Pada turnamen itu, Turki yang meraih lima medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu. Dagli sendiri memperoleh medali emas saat menjuarai nomor beregu Poomsae, bersama dengan Emirhan Muran.


Akan tetapi, kesuksesan Dagli tersebut tidak hanya menciptakan pujian tapi sekaligus juga kritik yang berkaitan dengan pilihan busananya itu.

Pasalnya, hijab disebut tidak cocok dengan prinsip negara Turki modern yang sekuler karena dianggap berkaitan dengan keterbelakangan. Alhasil, agak sulit dipahami bahwa perempuan berhijab bisa menjadi atlet.

"Mereka tidak membicarakan tentang kesuksesanku, melainkan hijabku. Aku tidak menginginkan ini. Kesuksesan kami yang seharusnya dibahas. Kami sudah berusaha keras," kata Dagli menanggapi sorotan terhadapnya.

Kritik pedas diterima Dagli dari kelompok konservatif di Turki. Menurut mereka, tidak seharusnya perempuan berhijab melakukan aktivitas seperti taekwondo.

"Bertelanjang kaki, kepala ditutup, pinggul dan paha kemana-mana, apa itu pantas?" tulis seorang netizen yang ditujukan kepada Dagli, lewat Twitter.

"Mengapa Anda berhijab, tapi Anda membuka kaki Anda di setiap posisi, Anda kan bisa melakukannya tanpa berhijab juga. Dengan begini, tentu saja situasinya akan lebih rumit. Semoga Allah memberi Anda pencerahan," tulis seorang netizen lainnya.

Ada pula netizen yang menyarankan bahwa Dagli tidak harus menjadi atlet taekwondo untuk berprestasi, yaitu dengan menjadi juara dalam membaca Al-Qur'an.

Namun demikian, Dagli tetap mendapatkan dukungan penuh dari berbagai kalangan. Seperti yang dilontarkan oleh Asu Maro, seorang kolumnis perempuan dari koran Miliyet.

"Satu [ideologi seksisme] adalah menentang perempuan menggunakan hijab, yang lain menentang tidak menggunakan hijab. Tapi mereka sama-sama satu suara dengan tuntutan yang sama: 'Tinggallah di Rumah'," tulis Maro.




(rin/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com