DetikSport
Jumat 24 Maret 2017, 11:30 WIB

Daud Yordan kepada Ellyas Pical: Selamat Ultah Muhammad Ali-nya Indonesia!

Mercy Raya - detikSport
Daud Yordan kepada Ellyas Pical: Selamat Ultah Muhammad Ali-nya Indonesia! Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Ellyas Pical berulang tahun ke-57 hari ini. Daud Yordan mengucapkan selamat sekaligus mengungkapkan kekagumannya terhadap petinju legendaris Indonesia itu.

Elly--sapaan akrab Ellyas Pical--mulai dikenal luas pada 1980-an. Dia memulai karier tinju profesionalnya pada tahun 1982 di kelas bantam junior. Prestasinya gemilang dengan sukses merebut gelar juara IBF kelas yunior (atau kelas super terbang) dari petinju Korea Chun Ju-Do di Jakarta, pada tahun 1985.

Pukulan hook dan uppercut kirinya selalu menjadi ciri khasnya ketika berhadapan dengan lawan di atas ring. Sepanjang karier, elly mengoleksi tiga gelar juara tinju dunia.

Sosok Elly pun begitu melekat di benak masyarakat pecinta tinju Indonesia. Salah satunya Daud Yordan, 29 tahun, yang kini menjadi petinju andalan Indonesia terinspirasi dari Elly.

Cino--panggilan karib Daud Yordan--pertama kali dikenalkan sosok Ellyas oleh kakaknya, Damianus Yordan. Elly adalah panutan bagi Damianus.

Daud 'Cino' JordanDaud 'Cino' Jordan Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto

"Abang saya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar sering nonton pertandingan Ellyas di televisi yang cuma ada satu-satunya. Saat menjadi pelatih, dia berikhtiar untuk menjadikan saya seperti Ellyas Pical," kata Daud dalam obrolan dengan detikSport melalui sambungan telepon Jumat (24/3/2017).

Sekitar tahun 1987-1988, Daud pun diboyong Damian ke kota Ketapang, Kalimantan Barat, dan memulai latihan tinju. Daud mengawali latihan tinju bukan karena Elly. Namun setelah terus-menerus dicekoki tentang Elly oleh Damian, Daud pun kagum terhadap pria asal Maluku itu.

Setelah itu, Daud pun penasaran dengan sosok Elly. Hingga kemudian tahun 2006, Daud bertemu dengan Ellyas. Daud yang bukan petinju kidal pun bermain dengan tangan kiri sesuai permainan Elly.

"Waktu itu bagi saya minuman Coca Cola adalah minuman istimewa. Dulu cukup susah dan secara ekonomi juga kurang makanya bermain tinju supaya bisa dapat Coca Cola," ujar Daud.

"Namanya pertama kali yang saya anggap hebat, besar, tentu tidak bisa kebayang rasa senangnyasaat bertemu. Apalagi dia orangnya welcome, humble, tak pernah bawa embel-embel dirinya juara dunia. Kami yang muda pun semakin banyak dapat pelajaran," ungkap Daud.

Makanya, dia tak heran kalau jauh setelah Elly pensiun, namanya masih dikenang publik.

"Tidak hanya saya dan keluarga, tapi banyak orang yang terinspirasi dengan kisah masa dia dulu. Sosok dia itu menunjukkan kalau mau jadi apapun harus tetap sama, tidak perlu membedakan kasta dan derajat. Dan hal ini sudah ditunjukkan Ellyas Pical sampai sekarang," ungkap dia.

"Saya menyebut dia adalah legenda karena dari generasi ke generasi tahu siapa dia. Dia ada orang pertama Indonesia yang juara dunia, terlepas kalah dan menang. Dia bisa dibilang adalah Muhammad Ali-nya Indonesia. Dia juga tidak hanya ikon tinju Indonesia tetapi ikon bagi seluruh insan olahrga indonesia khususnya," ungkap dia.

Kini ketika Elly menginjak usia ke-57, Daud tak lupa memberi ucapan selamat kepada idolanya itu.

"Saya mengucapkan selamat panjang umur buat Om Ellyas Pical. Semoga selalu diberi kekuatan, ketabahan, kesehatan, dan rejeki yang banyak," tutupnya.

Selamat Ulang Tahun, Om Elly !!





(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed