Dalam rapat yang dipimpin Ketua Dewan Pengawas Asian Games 2018 Jusuf Kalla di kantor KOI, Senayan, Jakarta, Sabtu (25/3/2017), dibahas status INASGOC dengan kerja yang diembannya. INASGOC bekerja tak hanya dengan menerima anggaran dari negara, namun juga bisa mendapatkan pemasukan dari swasta.
"Kalau melihat ketentuan yang ada itu kan harusnya masuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Di draft revisi Perpres soal pengadaan barang/jasa itu kan ditulis ada kata-kata di bawahnya masuk PNBP, namun dengan catatan akan diatur lebih lanjut melalui keputusan Menteri Keuangan. Jadi kesimpulannya akan berbentuk BLU," kata Wakil Presiden INASGOC II Gatot S. Dewa Broto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gatot BLU memudahkan INASGOC mendapatkan kucuran dana.
"Tadi sudah ditugaskan tim dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) , dan dari Kemenpora untuk segera susun masalah pembentukan BLU itu. Yang harus dibentuk adalah SK Kemenkeu. Itu lazim dilakukan," ujar dia.
Sementara itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan pembentukan BLU akan dilakukan setelah ada pengkajian oleh tim teknis.
"Tadi sudah dibentuk tim teknis dari BPKP, LKPP, Kemenpora, dan INASGOC untuk bisa memberikan laporannya tentang hal-hal yang berkaitan dengan BLU, yang memang harus dilakukan. Yang tidak dilakukan ya tidak," ujar Puan.
"Karena tidak semua dilakukan semua dilakukan memakai sistem BLU karena akuntibilitas yang harus kita jaga. Tadi arahan Bapak Wapres jangan sampai setelah Asian Games ini banyak hal yang berkaitan dengan akunbilitas itu menyandera atau membuat kita bermasalah," jelas Puan.
(mcy/fem)











































