Multievent negara-negara se-Asia Tenggara itu akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia pada 19-31 Agustus 2017. Di ajang itu, tuan rumah akan mempertandingkan 405 nomor dari 38 cabang yang dipertandingkan.
Dari jumlah itu, Indonesia sudah dipastikan kehilangan 30 medali emas. Sebab, ada beberapa cabor yang dihilangkan tuan rumah lantaran tidak memiliki atlet, salah satunya angkat besi putri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada organisasi olahraga memasang target rendah. Selalu berusaha mencapai target tinggi, sesuai objektivitas prestasi atlet itu sendiri. Tidak mungkin bidik rendah," kata Ketua Satuan Pelaksana Prima Achmad Soetjipto di Gedung PP ITKON, Senayan, Rabu (29/3/2017).
"Justru SEA Games ini menjadi kesempatan mengukur satu tahun menjelang Asian Games. Bahwa kita sudah ada dimana. Tidak ada atlet yang tidak bercita-cita jadi juara. Seorang juara sejati tidak pernah merasa kalah dan tak pernah menyerah," lanjut pria yang akrab disapa Tjip ini.
"Tapi kita tahu juga, ada 30 medali emas kita hilang. Jadi kita lihat nanti, limit peringkat Indonesia di mana? Saya tidak mau berbicara sekarang." imbuhnya.
Sementara itu, pemerintah melalui Kemenpora tak ingin muluk-muluk dalam menetapkan target. Bisa memperbaiki hasil dari SEA Games Singapura dua tahun lalu menjadi capaian realistis tahun ini.
"Selama ini Satlak Prima cukup rajin dalam mengirimkan update perkembangan setiap bulan. Kalau dari pemerintah sih target lebih baik dari Singapura. Kalau bisa lebih dari 47 lah. Itu realistis," timpal Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto.
(mcy/rin)










































