Menurutnya salah satu pertimbangan yang dapat dipergunakan dalam menghapus enam cabor tersebut adalah bagaimana pencapaian mereka di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur bulan Agustus mendatang.
"Yang pasti begini. Saya minta sabar dulu, teman-teman, karena menentukan nama 6 cabang yang dihapus itu tentu tak mudah," kata Menpora usai rapat persiapan pelaksanaan Asian Games 2018 di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (30/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wacana pengurangan cabor Asian Games 2018 ini sebelumnya dilontarkan Wapres Jusuf Kalla, yang juga merupakan ketua dewan pengarah Asian Games 2018, dari 42 cabor menjadi 36 yang juga menjadi jumlah cabor yang dipertandingkan di Asian Games Incheon pada 2014. Selain ada pula alasan efisiensi.
Sehubungan dengan itu, cabor yang nantinya dicoret bukanlah cabor yang dinilai favorit untuk menyumbang medali. Maka penilaian tersebut harus dilakukan secara saksama dengan sejumlah pertimbangan dan tolok ukur.
"Katakanlah kriket. Bisa jadi karena kriket ini baru di indonesia, karena belum dikenal, tapi dari sisi peringkat saat pertama masuk Indonesia, kita peringkat 154 dan sekarang sudah 34 dunia. Artinya kita sudah bisa bersaing dengan negara commonwealth (yang identik dengan olahraga itu). Nah ini akan kita lihat nanti apakah di SEA Games mereka bisa memberi yang terbaik bagi kita. Itu contoh," sebut Menpora.
(krs/raw)











































