DetikSport
Minggu 02 April 2017, 00:15 WIB

Pelari asal Kenya Mendominasi Equator 10K

Jafar G Bua - detikSport
Pelari asal Kenya Mendominasi Equator 10K Foto: detikcom/Jafar G Bua
Parigi Moutong - Lomba lari Equator 10K sudah selesai dihelat. Para pelari asal Kenya mendominasi podium pemenang ajang yang menjadi bagian Festival Pesona Teluk Tomini.

Ajang itu dihelat, Sabtu (01/03/2017). Equator 10 KM digelar tepat di wilayah lintasan garis khatulistiwa yang berbatasan langsung dengan Teluk Tomini.

Seperti diketahui Sulawesi Tengah adalah salah satu dari sembilan wilayah di Indonesia yang berada di titik nol garis lintang imajiner bumi.

Sejak dari start tidak kurang dari 20 orang pelari putra dan putri asal Republik Kenya menguasai lintasan lari marathon Equator 10 kilometer. Tidak kurang 1.500 pelari lokal, nasional dan internasional mengambil bagian dalam perlombaan yang baru kali pertama digelar itu.

Peserta lomba itu dilepas oleh Direktur Wisata dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadjamuddin Ramli, di Desa Maninili Utara.

Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu, yang menyambut di garis finish di tugu khatulistiwa. Ribuan warga setempat baik di titik start maupun di finish serta di sepanjang lintasan yang dilalui para peserta menyaksikan dengan antusias. Sejumlah pementasan seni budaya turut menyemarakkan lomba lari ini.

Para pelari internasional menempuh jalur sepanjang 10 kilometer itu dalam waktu kurang dari 27 menit. Sedang pelari lainnya menghabiskan waktu sampai 30 menit. Pelari asal Kenya tiba di finish hampir bersamaan.

Pada kategori internasional putra, juara I diraih Charles Munyua Njoki dan langsung menerima hadiah uang tunai sebesar Rp25 juta. Menyusul di belakangnya ada Stephen Mungathia Kubitu dan Peter Keter.

Pada kategori internasional putri juara satu diraih Chintia Chilangat Towettn. Kemudian Anna Mukuhi Njihia dan Elizabeth Wanza Maythia.

Lalu pada kategori nasional juara pertama diraih Agus Prayogo asal Jawa Barat. Ia juga adalah salah seorang pelari nasional yang mengharumkan nama Indonesia di Sea Games 2016.

Hadiah diserahkan langsung oleh Gubernur Sulteng, Longki Djanggola didampingi Samsurizal dan sejumlah pejabat lainnya.

Samsurizal menyampaikan ke depannya dia akan membicarakan penambahan jarak tempuh lomba lari ini. Sebab untuk 10 kilometer, pelari lokal dan nasional kesulitan mengimbangi kemampuan pelari asal Benua Hitam itu.

"Saya akan membicarakan dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia. Ke depan akan kami tambah jarak tempuhnya. Sebab kalau jarak pendek seperti 10 kilometer, pelari kita susah mengimbangi pelari asal kenya dan negara lainnya," sebut dia.

Ketika ditanya apa kiat untuk menang dalam perlombaan lari, Njoki mengatakan bahwa berlatih keras akan membuat kemenangan menjadi mudah.

"Berlatih keras akan membuatmu menang lebih mudah. Untuk berhasil kamu harus melewati langkah demi langkah menuju pada tahapan yang lebih tinggi," kata Charles memberi motivasi.

Equator 10 kilometer ini direncanakan akan menjadi kalendar tahunan Internasional dengan dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.



(cas/mrp)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed