detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 04 Apr 2017 17:20 WIB

Babak Dua Sidang Doping PON-Peparnas Digelar

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mercy Raya/detikSport Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Para atlet yang memilih untuk membuka sampel B doping Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Olahraga Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2016 memasuki babak baru. Mereka menjalani sidang dengan pendapat pekan ini.

Dari PON dan Peparnas 2016 Jawa Barat terbukti 14 atlet gagal menjalani tes doping. Enam atlet telah menjalani sidang dan sudah menerima hasil putusan dari Dewan Disiplin. Delapan atet lainnya memilih menjalani uji lanjutan.

Nah, delapan atlet yang menjalani uji lanjutan itu mulai mengikuti proses selanjutnya. Mereka bersidang dengar pendapat di hadapan Dewan Anti Doping di ruang pada lantai III, gedung PP Itkon, Senayan, Selasa (4/4/2017).

Iman Setiaman (binaraga kelas 65 kg) dan petembak Agus Waluyo menjalani sidang yang dipimpin oleh Ketua Tim Dewan Disiplin Cahyo Adi, dan anggotanya Dr. Haryono dan Rizky Mediantara.

Iman datang didampingi oleh kepala bidang fisiologi olahraga KONI Jabar M. Hutapea. Iman gagal menjalani tes doping setelah ditemukan zat methythexamine (stimulan).

Zat tersebut diduga terkandung di dalam suplemen yang Iman asup. Selama persiapan, atlet berusia 41 tahun ini, mengkonsumsi vitamin C, human grow hormon, B6, neurobion, branch amino acid, dan tonicom.

"Saya tidak menyangka hal ini terjadi kepada saya. Saya sangat terpukul atas kejadian ini karena suplemen yang saya asup ini tidak beda dengan suplemen yang biasa saya asup sebelumnya," kata Iman, usai sidang.

Iman menduga gagalnya tes doping yang dia lakukan karena pencatuman zat HGH (Human Grow Hormon) di dalam laporan dopingnya.

"Biasanya sebelum tanding kan ada laporan doping. Apa yang dimakan, suplemen apa yang dikonsumsi. Tetapi selama itu saya tidak pernah tersangkut doping. Memang saya tidak mencantumkan zat HGH itu. Baru di PON ini saya tulis zat HGH karena saya merasa tidak konsumsi doping, ya tulis saja. Tetapi hasilnya justru positif. Jadi itu mungkin yang mengindikasikan mereka (tim Dewan Disiplin), karena HGH itu ada kandungan hormonnya," tutur Iman.

Iman menyesali hal itu terjadi pada dirinya. Saking terpukulnya, Iman sampai tidak bekerja selama tiga bulan di Dispora Jabar.

"Pokoknya sejak saya ditetapkan tersangkut doping 5 Januari lalu, itu saya langsung drop. Beruntung, teman-teman dan keluarga support saya," kata peraih medali perak di Kejuaraan Binaraga Asia, Pattaya, Thailand 2010 ini.

Atlet yang sudah sejak 2004 turun di PON ini berharap hasil keputusan sidang bisa ditetapkan seadil mungkin.

"Kita lihat nanti keputusannya seperti apa. Saya hanya minta yang terbaik saja dan pemulihan nama baik saya. Saya juga akan banding jika keputusannya saya dinyatakan bersalah," ungkap bapak tiga anak ini.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com