Hal ini setelah Gatot S. Dewa Broto, sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) telah menandatangani surat pencairan anggaran Prima.
Para atlet pelatnas belum menerima uang saku selama 2017 ini. Sebelumnya, Kemenpora telah meminta agar para atlet bersabar menghadapi situasi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, mulai besok pihaknya akan membayarkan tunggakan uang saku yang sebelumnya telat sedari bulan Januari hingga Maret.
"Prima sudah tidak ada masalah. Sebagai KPA saya sudah tandatangan untuk honor. Jadi harusnya besok sudah cair," kata Gatot di Media Center Kemenpora, Senayan, pada Selasa (4/4/2017).
Menyesuaikan Surat Menteri Keuangan Nomor S-217/MK.02/2017, honor untuk atlet utama ada kenaikan sebesar Rp 10 juta per bulan dari sebelumnya Rp 7,5 juta. Sedangkan untuk atlet muda akan digaji Rp 8 juta dari sebelumnya Rp 6 juta per bulan, dan atlet paralimpian Rp 8 juta per bulan.
"Besok yang dibayar itu pokoknya Prima, menyangkut manajemen, honor atlet, pelatih. Uang yang dibayar itu dirapel dari Januari," sambungnya.
Selain masalah honor atlet, Pengurus Pusat/Pengurus Besar cabang olahraga juga kebagian beban untuk menalangi akomodasi atlet, salah satunya katering. Seperti cabang dayung, yang harus menombok hingga miliaran rupiah agar pelatnas dayung yang dilaksanakan di Waduk Jatiluhur, Purwakata, Jawa Barat, dapat tetap berjalan.
"Pokoknya sudah termasuk dengan itu (akomodasi)," tutupnya.
(mcy/mrp)











































