ISG ke-4 akan berlangsung di Baku, Azerbaijan, pada 8 -22 Mei 2017. ISG akan memanggungkan 24 disiplin dari 20 cabang olahraga.
Indonesia akan mengikuti 13 cabang olahraga. Di antaranya, taekwondo, karate, wushu, judo, senam artistik, angkat besi, renang, selam, polo air, atletik, paraatletik, sepakbola, dan menembak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sasaran kami (Indonesia) bisa masuk rangking 2," kata Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto di Kantor Kemenpora, Senayan, pada Rabu (5/4/2017).
Menarik, karena sepakbola masih dimasukkan Indonesia dalam daftar yang diikutsertakan. Padahal, status timnas U-22 berstatus cadangan, di luar dari 8 tim peserta yang sudah ditetapkan tuan rumah. Tim peserta itu adalah Turki, Arab Saudi, Oman, Al Jazair, Palestina, Maroko, Kamerun, dan Azerbaijan.
"Saya sudah tanya kepada salah satu pucuk pimpinan dari KOI tentang masalah tim cadangan. Mereka membenarkan tetapi tetap ada harapan. Cuma tetap saja kasihan PSSI-nya karena digantung. Ini ujung-ujungnya harus komunikasi (antara KOI dan PSSI)," kata dia.
Gatot menambahkan jika pemerintah tidak ingin mencampuri hal tersebut. Hanya yang dia ingatkan adalah dalam anggaran pemerintah tidak ada istilah tim cadangan. Jadi, seandainya PSSI atau KOI ingin tetap memberangkatkan dengan status timnas U-22 sebagai cadangan maka pemerintah tidak akan membiayai.
"Kami di Kemenpora tidak dikenal tim cadangan, yang dikenal adalah atlet elite yang dipastikan turun. Kecuali, KOI menanggung itu di luar APBN atau PSSI menanggung sendiri. Tetapi sampai sekarang kan kami belum dapat laporan dari KOI seperti apa. Selama ini kan hanya dalam bentuk informal saja, belum bentuk surat resmi," ungkap dia.
Di samping itu, anggaran yang disiapkan pemerintah untuk ISG sebesar Rp 10 miliar tidak berpatok pada jumlah cabornya. Jadi angkanya tidak akan berkurang meskipun tanpa keikutsertaan sepakbola. "Jadi Rp 10 miliar itu untuk akomodasi, transportasi dan uang saku lainnya cabor-cabor yang dikirim ke ISG," tegasnya.
(mcy/fem)











































