Indonesia Targetkan Runner-up di ISG 2017, Timnas U-22 Masuk Daftar Tunggu

Indonesia Targetkan Runner-up di ISG 2017, Timnas U-22 Masuk Daftar Tunggu

Mercy Raya - Sport
Rabu, 05 Apr 2017 18:17 WIB
Indonesia Targetkan Runner-up di ISG 2017, Timnas U-22 Masuk Daftar Tunggu
Foto: ISG2017
Jakarta - Islamic Solidarity Games (ISG) 2017 akan segera bergulir. Indonesia menargetkan peringkat kedua pada pesta olahraga negara-negara muslim di Baku tersebut.

ISG ke-4 akan berlangsung di Baku, Azerbaijan, pada 8 -22 Mei 2017. ISG akan memanggungkan 24 disiplin dari 20 cabang olahraga.

Indonesia akan mengikuti 13 cabang olahraga. Di antaranya, taekwondo, karate, wushu, judo, senam artistik, angkat besi, renang, selam, polo air, atletik, paraatletik, sepakbola, dan menembak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 13 cabor itu, pemerintah berharap kontingen Indonesia bisa berada di peringkat dua dengan menargetkan 12 medali emas, 30 perak, dan 17 medali perunggu.

"Sasaran kami (Indonesia) bisa masuk rangking 2," kata Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto di Kantor Kemenpora, Senayan, pada Rabu (5/4/2017).

Menarik, karena sepakbola masih dimasukkan Indonesia dalam daftar yang diikutsertakan. Padahal, status timnas U-22 berstatus cadangan, di luar dari 8 tim peserta yang sudah ditetapkan tuan rumah. Tim peserta itu adalah Turki, Arab Saudi, Oman, Al Jazair, Palestina, Maroko, Kamerun, dan Azerbaijan.

"Saya sudah tanya kepada salah satu pucuk pimpinan dari KOI tentang masalah tim cadangan. Mereka membenarkan tetapi tetap ada harapan. Cuma tetap saja kasihan PSSI-nya karena digantung. Ini ujung-ujungnya harus komunikasi (antara KOI dan PSSI)," kata dia.

Gatot menambahkan jika pemerintah tidak ingin mencampuri hal tersebut. Hanya yang dia ingatkan adalah dalam anggaran pemerintah tidak ada istilah tim cadangan. Jadi, seandainya PSSI atau KOI ingin tetap memberangkatkan dengan status timnas U-22 sebagai cadangan maka pemerintah tidak akan membiayai.

"Kami di Kemenpora tidak dikenal tim cadangan, yang dikenal adalah atlet elite yang dipastikan turun. Kecuali, KOI menanggung itu di luar APBN atau PSSI menanggung sendiri. Tetapi sampai sekarang kan kami belum dapat laporan dari KOI seperti apa. Selama ini kan hanya dalam bentuk informal saja, belum bentuk surat resmi," ungkap dia.

Di samping itu, anggaran yang disiapkan pemerintah untuk ISG sebesar Rp 10 miliar tidak berpatok pada jumlah cabornya. Jadi angkanya tidak akan berkurang meskipun tanpa keikutsertaan sepakbola. "Jadi Rp 10 miliar itu untuk akomodasi, transportasi dan uang saku lainnya cabor-cabor yang dikirim ke ISG," tegasnya.


(mcy/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads