ISG akan berlangsung di Baku, Azerbaijan, 8-22 Mei mendatang. Angkat besi menjadi salah satu cabang olahraga yang akan diikuti Indonesia. Pada cabang tersebut di kategori putra dan putri melombakan masing-masing delapan kelas.
Pelatih nasional angkat besi, Dirdja Wihardja, mengatakan akan mengirim kekuatan penuh: 14 atlet yang terdiri dari delapan lifter putra dan enam putri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di SEA Games itu kan yang dipertandingkan hanya lima kelas. Ya, kami ingin melihat perfoma atlet dan peluangnya lebih di kelas mana untuk SEA Games nanti," tambah dia.
Dari jumlah 14 atlet itu sudah termasuk nama Sri Wahyuni, Acchedya Jagaddhita dan Syaarah Anggraini. Untuk diketahui, ketiganya selama ini melakukan pelatnas terpisah. Bersama pelath nasional Supeni, Sri dkk melakoni latihan secara desentralisasi di Bekasi, Jawa Barat.
"Rencananya sama Sri Wahyuni juga ikut. Kemarin ada perkembangan bagus lah, Ibu Supeni (pelatih pelatnas Sri) sudah komunikasi dengan Bapak Joko Pramono (Wakil Ketua PB PABBSI). Pokoknya perkembangannya sudah jauh lebih baik. Artinya, ada rencana dia bakal gabung (ke Bandung)," katanya.
"Iyalah harus gabung. Kalau kuliah kan masih bisa diatur. Kapan gabung? nanti kita lihat perkembangannya pekan depan. Tapi harapannya bisa bergabunglah."
Tak hanya Sri Wahyuni dkk, Deni yang sebulan kemarin terpaksa pulang ke rumahnya dan tak mengikuti pemusatan latihan di Bandung karena tidak digaji selama tiga bulan, Senin (3/4) telah bergabung dengan lifter lainnya di Bandung.
"Saya sudah bergabung sejak Senin kemarin. Ini keinginan sendiri soalnya ISG sudah semakin dekat tinggal sebulan lagi," kata Deni terpisah, menyoal dirinya kembali latihan.
(mcy/fem)











































