Wacana pengurangan enam cabor Asian Games 2018 dmunculkan oleh JK yang juga menjabat sebagai ketua dewan pengarah Asian Games 2018 beberapa waktu lalu. Nantinya Asian Games 2018 hanya akan mempertandingan 36 cabor dengan alasan meniru Asian Games 2014 Incheon dan efisiensi anggaran.
Belakangan muncul lima dari enam cabor yang berpotensi dicoret dari Asian Games 2018. Yakni, handball, rugby, sepak takraw, kabaddi, squash. Handball dan rugby merupakan dua cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya cabor (yang dipertandingan di Asian Games) itu ada dua kategori, berdasarkan cabor olimpiade dan berdasarkan pertimbangan regional ataupun tuan rumah. Tentu bisa ditambah selama disetujui bersama dengan OCA.
"Nah, karena itu maka kami bikin kriteria (sebelum benar-benar mencoret cabor). Kriterianya adalah olahraga itu haruslah yang tidak terlalu terkenal dan tidak menjadi perhatian di Indonesia. Kedua, kita sulit prestasi pada cabor tersebut, dan sama sekali, katakanlah, punya prestasi nasionalnya juga belum," tutur JK.
Usulan itu akan dibicarakan dengan OCA dalam pertemuan pekan depan. Saat ini, usulan itu sedang digodok oleh Satlak Prima.
"Ada hak-hak dari tuan rumah untuk menentukan jumlah sesuai dengan kemampuan tanpa mengurangi hal yang wajib dan melihat prestasi kita, ya kan. Juga harus bisa cara memainkannya, serta fokus ke cabang olimpiade agar nanti di olimpiade kita juga bisa bicara, jangan hanya bulutangkis," ungkap JK.
(fem/rin)











































