Ini Dua Cabor Olimpiade yang Berpotensi Dicoret dari Asian Games 2018

Ini Dua Cabor Olimpiade yang Berpotensi Dicoret dari Asian Games 2018

Muhammad Taufiqqurahman - Sport
Selasa, 11 Apr 2017 18:45 WIB
Ini Dua Cabor Olimpiade yang Berpotensi Dicoret dari Asian Games 2018
Foto: Raja Adil Siregar-detikcom
Jakarta - Demi perampingan anggaran, Asian Games 2018 akan mencoret enam cabang olahraga. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebutkan cabor yang berpotensi dipangkas.

Wacana pengurangan enam cabor Asian Games 2018 dmunculkan oleh JK yang juga menjabat sebagai ketua dewan pengarah Asian Games 2018 beberapa waktu lalu. Nantinya Asian Games 2018 hanya akan mempertandingan 36 cabor dengan alasan meniru Asian Games 2014 Incheon dan efisiensi anggaran.

Belakangan muncul lima dari enam cabor yang berpotensi dicoret dari Asian Games 2018. Yakni, handball, rugby, sepak takraw, kabaddi, squash. Handball dan rugby merupakan dua cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, seperti beberapa kali saya sampaikan kalau Asian Games itu haruslah ada fokusnya dan mengacu kepada Asian Games sebelumnya di mana cukup 36 cabor. Karena, setiap peningkatan jumlah cabor tentu menjadi tidak fokus. Kedua, biayanya makin besar. Selain itu, sarana harus dibangun baru padahal waktunya sangat mepet," kata JK kepada pewarta di Jakarta, Selasa (11/4/2017).

"Iya cabor (yang dipertandingan di Asian Games) itu ada dua kategori, berdasarkan cabor olimpiade dan berdasarkan pertimbangan regional ataupun tuan rumah. Tentu bisa ditambah selama disetujui bersama dengan OCA.

"Nah, karena itu maka kami bikin kriteria (sebelum benar-benar mencoret cabor). Kriterianya adalah olahraga itu haruslah yang tidak terlalu terkenal dan tidak menjadi perhatian di Indonesia. Kedua, kita sulit prestasi pada cabor tersebut, dan sama sekali, katakanlah, punya prestasi nasionalnya juga belum," tutur JK.

Usulan itu akan dibicarakan dengan OCA dalam pertemuan pekan depan. Saat ini, usulan itu sedang digodok oleh Satlak Prima.

"Ada hak-hak dari tuan rumah untuk menentukan jumlah sesuai dengan kemampuan tanpa mengurangi hal yang wajib dan melihat prestasi kita, ya kan. Juga harus bisa cara memainkannya, serta fokus ke cabang olimpiade agar nanti di olimpiade kita juga bisa bicara, jangan hanya bulutangkis," ungkap JK.


(fem/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads