DetikSport
Jumat 14 April 2017, 18:55 WIB

GFNY Indonesia 2017 Hadir di Lombok, Siapa Mau Ikut?

Randy Prasatya - detikSport
GFNY Indonesia 2017 Hadir di Lombok, Siapa Mau Ikut? Foto: Femi Diah
Jakarta - Lombok siap menyambut peserta Gran Fondo New York (GFNY) Indonesia bulan September nanti. Dengan pengalaman tahun lalu, panitia penyelenggara optimistis tahun ini ajang itu bergulir lebih sip.

Setelah sukses menggelar tahun 2016, GFNY Indonesia kembali dihelat di Lombok pada 3 September 2017. Dalam acara itu, para pegowes dari kalangan atlet mancanegara sampai masyarakat umum akan ambil bagian. Mereka semua sudah mulai mendaftar melalui website, email, dan whatsapp milik GFNY Indonesia.

Nah, selain dengan tiga cara itu GFNY Indonesia juga membuat kemudahan bagi pecinta sepeda untuk mendaftar. Mereka hadir dalam event Criterium Race di JIExpo Kemayoran, Jakarta, untuk memudahkan para pecinta sepeda ikut serta menuju balapan di Lombok.

Promosi GFNY Indonesia 2017 di Kemayoran, Jakarta, Jumat (Promosi GFNY Indonesia 2017 di Kemayoran, Jakarta, Jumat (14/4/2017) Foto: Randy Prasatya/detikSport

Di acara itu, GFNY Indonesia membuka booth pendaftaran sejak Jumat (14/4/2017) sampai Minggu (16/4/2017). Pembukaan booth di hari perdana tersebut dihadiri Arta Pauline Pardosi selaku brand ambassador dari GFNY Indonesia dan Amanda selaku brand ambassador GFNY Malaysia.

"Mereka bisa ketemu dengan atlet-atlet sepeda, ketemu orang-orang yang punya hobi sama dari berbagai dunia. Ini juga bisa jadi pengalaman yang bagus untuk masyarakat dalam mengangkat nama Indonesia," kata Arta, yang merupakan finalis Abang None 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, kepada detikSport.

Meski perlombaan akan berlangsung lima bulan ke depan, GFNY Indonesia ternyata sudah siap dengan berbagai hal, seperti trek dan juga keamanan.

"Pengamanan akan ada 1.400 polisi untuk seluruh titik ditambah marshal dari panitia. Fungsi marshal nanti untuk mengarahkan peserta terutama di pertigaan," kata M. Mahful selaku bagian dari GFNY Indonesia.

"Di race itu nantinya jalanan juga tidak ditutup selama seharian. Nanti sistemnya akan buka tutup. Trek yang paling sulit nanti di batu daerah Batu Jangkih, di kilometer 80 itu yang paling terjal," tandasnya.



(fem/rin)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed