DetikSport
Senin 17 April 2017, 19:45 WIB

Aman dengan Dana Talangan, PRSI Tak Masalahkan Uang Saku Pelatnas Macet

Mercy Raya - detikSport
Aman dengan Dana Talangan, PRSI Tak Masalahkan Uang Saku Pelatnas Macet Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) telah memprediksi dana operasional, termasuk gaji atlet dan pelatih, bakal terlambat di awal tahun ini. Mereka telah menyiapkan dana talangan untuk mengatasinya.

Pelatnas renang, polo air, loncat indah, dan renang indah tetap berjalan normal, meski dana operasional dari pemerintah belum cair.

Sebagai gambaran sebanyak 20 perenang nasional yang menghuni pelatnas di Bali, Jakarta, dan Bandung, diasuh oleh pelatih dari Prancis, David Armandoni. Mereka tinggal di Hotel Edo, Denpasar. Untuk berlatih, PRSI menyewa kolam renang di Tirta Arum Bali.

Selain itu, PRSI juga menggelar pelatnas loncat indah yang diisi 11 atlet nasiona. Mereka berlatih di kolam renang Pertamina Simprug, Jakarta dan tinggal di asrama pada lokasi yang sama.

Seluruh kebutuhan, dari akomodasi, try out, dan uang saku atlet, PRSI memenuhi dengan cara mereka sendiri. Mereka bersabar dan yakin pemerintah akan segera mencarikan jatah untuk cabor pelatnas, termasuk akuatik.

"Memang sistem keuangan di Indonesia kan seperti itu. Jadi dana pemerintah rata-rata cair pada bulan April-Mei ke depan. Jadi dalam hal ini PB ikut membantu sementara sampai menunggu pencairan dana dari pemerintah," kata Sekretaris Jenderal PB PRSI, Ali Patiwiri, di Jakarta, Senin (17/4/2017).

Ali tidak bersedia mengungkapkan besaran dana talangan yang sudah digelontorkan ataupun harus disiapkan untuk menggelar pelatnas akuatik itu. Dia cuma mengatakan kalau federasi yang menanggung semua kebutuhan mereka dalam empat bulan terakhir, termasuk gaji dan fasilitas untuk pelatih asing.

"Mungkin angkanya saya tidak bisa sampaikan di sini karena ini ada lima cabang dan masing-masing angkanya bervariasi. Tapi dalam hal ini PB masih dapat untuk mengatasi masalah itu. Alhamdullilah program kita masih berjalan dengan baik," katanya.

Talangan ini tidak hanya untuk uang saku dan peralatan tetapi juga ujicoba atlet. Sebagai contoh, loncat indah yang rencananya akan bertolak ke China pada mei mendatang. Prima menyepakati untuk mengirim atlet loncat indah untuk training camp ke sana, tetapi kapan dananya akan turun itu yang masih gelap.

"Untuk ujicoba memang dananya belum turun tetapi pada dasarnya pemerintah sudah memastikan bahwa anggarannya ada. Tinggal menunggu pencairannya saja. Jadi PB Insya Allah bisa menalangi dulu."

Persoalan keterlambatan gaji memang bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Masalah uang saku telat menjadi kisah klasik setiap atlet mempersiapkan diri jelang multievent digelar.

Ali bahkan menyadari sekaligus memastikan kondisi ini memang tidak bisa dihindari. "Ya memang sulit dihindari karena kondisi keuangan negara kita sudah seperti itu. Tetapi saya juga tidak dalam kapasitas untuk mengomentari masalah status ini. Tapi PRSI memakluminya. Kita harus terima kondisi yang ada. Jangankan honor atlet, honor pelatih pun telat. Jadi harus terima."

"Mereka (pelatih asing) tidak ada yang mengeluh sepanjang fasilitas yang diberikan terus berjalan," ujar dia.



(mcy/fem)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed