DetikSport
Senin 17 April 2017, 20:23 WIB

Siasati Fasilitas Minim, Loncat Indah: Geber Fisik Dulu, Lompatan Kapan-Kapan

Mercy Raya - detikSport
Siasati Fasilitas Minim, Loncat Indah: Geber Fisik Dulu, Lompatan Kapan-Kapan Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Pelatnas loncat indah belum memiliki tempat berlatih yang ideal sampai saat ini. Barisan pelatih pun menggeber fisik para atlet, sedangkan kemampuan teknik diasah jika ada latihan ke luar negeri.

Pelatnas loncat indah pernah mengeluhkan ketiadaan trampolin menjelang SEA Games 2015 Singapura. Waktu itu, mereka berlatih rutin di kolam renang kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Mendekati SEA Games 2017 Kuala Lumpur, persoalan pelatnas loncat indah makin kompleks. Mereka menjadi timnas musafir setelah kolam renang GBK direnovasi.

Opsi latihan untuk sementara berpindah ke kolam renang Simprug, Jakarta. Tapi, fasilitas papan loncat untuk 11 atlet di pelatnas loncat indah kurang mumpuni. Kolam yang disewa oleh PRSI bersama-sama Satlak Prima itu tak memiliki papan loncat, menara yang goyang dan licin, hingga tangga yang sudah berlubang.

Imbasnya selama menjalani pelatnas, para atlet belum sekalipun berlatih melakukan lompatan.

"Masalahnya masih kolam. Bukan karena airnya keruh tetapi di sana tidak ada papan. Menaranya pun goyang dan licin kemudian tangga bolong-bolong. Makanya kami manfaatkan latihan atlet untuk entry saja, tapi untuk loncatan inti tidak kami anjurkan," kata pelatih kepala loncat indah, Harli Ramayani, saat ditemui di Wisma Bakrie 2, Kuningan, Jakarta, Senin (17/4/2017).

Namun, situasi itu tak melulu berimbas buruk. Harli malah menemukan formula tepat untuk mendongkrak performa anak asuhnya.

Dengan terus menggeber fisik para atlet, lompatan mereka justru membaik saat berlatih di Malaysia selama sepuluh hari, mulai 20 Maret 2017.

"Memang dalam persiapan kali ini harusnya kita sudah masuk persiapan umum. Tetapi untuk mensiasati kondisi ini, kami kuatkan di persiapan umumnya. Artinya, streng and conditioning yang kami kuatkan terbukti hal itu berpengaruh ketika latihan di Malaysia selama 10 hari dan mereka merasa oke. Ternyata fisik adalah modal dari semuanya," sambungnya.

hasil bagus itu membuat Harli tak berfokus terhadap kekurangan fasilitas latihan. Kini, dia terus menggeber fisik sebelum menjalani training camp di China akhir April 2017.

"Sistemnya sama seperti sebelum ke Malasyia kemarin. Sekarang kami sudah kembali lagi dan menguatkan fisik anak-anak. Nah, akhir April ini kami kirim mereka ke China karena di sana fasilitasnya bagus. Trampolinnya ada 7, papannya ada 8, sparringnya juga bagus. Makanannya juga oke, jadi ada di sana semua," ujar dia.

"Saya berharap dengan modal fisik anak-anak yang kuat mereka bisa lebih maksimal nanti," tutur istri Ricky Yacobi itu.

Dalam training camp di China itu mereka sekaligus akan melakukan dua kali ujicoba sebelum turun di SEA Games 2017. Pertama Asia Cup di Macau pada Juni dan Kejuaraan Dunia di Budhapest pada bulan berikutnya. Soal dana, Harli menjelaskan, sejauh ini Satlak Prima sudah menyetujuinya sejak mereka melakukan pemaparan baru-baru ini.

"Kami sudah paparan dan alhamdullilah mereka tahu kondisinya. Jadi memang mau tidak mau. Kalau kolam sudah jadi sih kita tidak akan latihan di sana juga. Jadi tinggal menunggu Satlak Prima saja. Bismillah lah, buat saya anak-anak terus saja, selalu ada jalan lah. Kalau memang telat, paling lambat awal Mei udah jalan lah," harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PRSI Ali Patiwiri mengatakan akan siap menalangi jika dari Satlak Prima belum bisa membiayainya di awal. Asal ujicoba sudah disetujui oleh Prima.

"Jadi dalam hal ini kami selalu berkoordinasi dengan Satlak Prima. apabila memangs udah disetujui kegiatan itu oleh Satlak, kami akan talangi dulu sebagai PB. Jadi sistemnya dana talang," kata Ali terpisah.


(mcy/fem)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed