Sean ditunjuk menjadi tes driver tim Toro Rosso pada 22 Maret lalu. Pilihannya memperkuat tim Formula 2, Pertamina Arden, untuk musim balap tahun ini menjadi pembuka jalannya menjadi tes driver F1.
Arden yang tak mempunyai simulator, mempunyai kedekatan dengan bos Red Bull, Christian Horner. Dia merupakan putra dari pendiri tim asal Inggris itu, Garry Horner.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tes yang akan dijalani Sean berlangsung di sirkuit Sakhir, Bahrain, 18-19 April. Dia akan mengendarai mobil Daniil Kvyat.
Banyaknya tombol kemudi 'jet darat' tak menjadi kendala untuk Sean meski baru menjajal mobil simulator.
"Saya sudah berlatih di simulator dan sehari dengan tim Toro Rosso langsung. Memang diberi buku, tapi kalau cuma baca dengan praktek langsung akan lebih mudah saat mencoba langsung. Pastinya sulit, tahun ini penggunaan radio juga dibatasi, bantuan jadi terbatas," ungkap Sean di Sofitel, Bahrain, kepada pewarta termasuk detikSport.
"Bersama tim Toro Rosso baru sehari, sejauh 225 lap, pada dasarnya cuma lima hari di sini dengan mobil F1. Mobil ini lebih punya grip, downforce-nya berbeda jadi cara menyetirnya berbeda dari GP2 apalagi dan mobil tahun lalu."
"Jadi ada beberapa hal yang harus diadaptasi dari sisi itu. Awalnya sedikit sulit, tapi pada akhirnya baik-baik saja. Mengendarai mobil F1 itu jauh lebih mudah karena teknologinya lebih bagus," tegas pebalap 20 tahun itu.
(cas/fem)











































