DetikSport
Jumat 21 April 2017, 11:55 WIB

Kartini Olahraga

Emilia Nova Pasang Target IPK Berimbang dengan Catatan Waktu di Lintasan

Mercy Raya - detikSport
Emilia Nova Pasang Target IPK Berimbang dengan Catatan Waktu di Lintasan Foto: dok. pribadi
Jakarta - Emilia Nova membuktikan diri sebagai atlet terbaik nasional di nomor sapta lomba. Atlet DKI Jakarta itu juga menyelaraskan IPK setiap semester selayaknya catatan waktu terbaik di lintasan.

"Sebab barang siapa tidak dapat merasakan sakit, dia juga kebal terhadap rasa gembira. Barang siapa tidak menderita, tidak juga dapat merasakan nikmat yang sesungguhnya." - Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya oleh Sulastin Sutrisno.

Emilia, 21 tahun, sudah melihat pilihannya tak akan mudah. Dia akan merasakan lelah dan sakit setiap usai berlatih fisik.

Memiliki semnagat seperti Kartini, Emilia tak jera untuk datang lagi ke lapangan latihan lagi dan lagi. Emilia bilang beratnya latihan dan konsekuensi badan yang pegal-pegal tak jadi soal.

Justru senioritas di tempat latihan yang sempat membuat Emilia sempat nyaris meninggalkan atletik. Namun, hati kecilnya menantang agar dia membayarkan sakit hati itu dengan prestasi. Emilia ingin memanen gembira dari rasa sakit seperti yang dibilang Kartini dalam surat-surat Kartini itu.

Kini, dia menjadi mendapatkan predikat penerus estafet Dedeh Erawati, ratu lari gawang Indonesia. Nama Emilia mencuat setelah tampil apik di Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016.

Mewakili DKI Jakarta, Emilia sukses memboyong medali emas dari nomor lompat gawang 100 meter, mengalahkan Dedeh yang selama bertahun-tahun menjadi penguasanya. Emil sekaligus mencatatkan rekor-rekor baru. Emil juga membuktikan sebagai yang terbaik di nomor sapta lomba.

Namun, Emil tak hanya mau menjadi yang terdepan di lintasan atletik. Dia juga bersakit-sakit di bangku kuliah. Sebagai mahasiswi semester delapan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), jurusan pendidikan kepelatihan olahraga, Emilia memasang target Indeks Prestasi (IPK) setiap semester layaknya dia mematok catatan waktu dalam tiap kejuaraan yang diikuti.

Emilia NovaEmilia Nova Foto: Mercy Raya/detikSport

"Menurut saya sekolah sangat penting. Pertama saya melihat senior-senior yang lain, yang dulu, mereka terlalu fokus sama latihan dan prestasi tapi sekolahnya ditinggalkan. Tidak bagus kan karena jadi pengangguran. Saya tidak ingin seperti itu," kata Emil saat berbincang dengan detikSport.

"Selain itu, banyak wanita sekarang yang sukses, yang sekolah tinggi sampai Strata 3 jadi tidak hanya pria saja. Seandainya saya menjadi seorang ibu pun saya ingin kelak anak saya menjadi orang yang cerdas juga. Dengan saya sekolahnya tinggi, saya bisa mengajari anak saya mana yang baik dan tidak," tambahnya.

Berkaca dari hal-hal itu, gadis kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1995 ini, semakin termotivasi untuk terus belajar, meski akhirnya dia harus pintar-pintar membagi waktu antara latihan dan kuliah.

"Di kampus kebetulan ada paketan kuliah. Saya biasanya ambil jam kuliah pukul 10.00-14.00 WIB karena pukul 06.00-08.00 WIB saya gunakan untuk latihan. Sepulang kuliah, baru saya latihan kembali pukul 15.00-18.00 WIB. Setelah itu istirahat, biasanya kalau mau ujian diselingi juga dengan baca buku," ungkap Emil.

"Tetapi karena sekarang sedang banyak kejuaraan jadi saya sedikit mengorbankan kualih dulu sebentar. Setelah itu, saya belajar lagi. Tidak harus tepat waktu lulusnya tapi Insya Allah bisa selesai,"kata dia.

Emil memiliki mimpi setelah dirinya tak lagi menjadi atlet. Penyuka pelajaran anatomi ini kelak ingin menjadi dosen olahraga atletik. Kebetulan, di kampusnya pun dosen perempuan sangatlah jarang.

"Misalnya Emil lulus tahun depan, Insya Allah ikut Asian Games 2018 dulu. Setelah itu lanjut ke S2. Saya ingin menjadi dosen atletik. Kebetulan di UNJ sedikit dosen yang perempuan, di samping saya lumayan tahu semua nomor. Jadi Insya Allah bisa."

Sejauh ini orang tua dan pelatihnya sangat mendukung kegiatan Emil. Sehingga apapun yang dilakukannya sangat mudah. "Dukung banget. Cuma untuk sekarang pelatih dukunganya ke latihan dulu karena tanggung jawabnya besar untuk SEA Games 2017. Beda dengan PON Jabar kemarin tidak terlalu berat tanggung jawabnya jadi kita tidak ingin mengecewakan orang yang sudah mendukung.'

Dia pun memberikan pesan kepada teman-teman perempuan yang seusianya untuk jangan malas berlatih dan tetap diimbangi dengan pendidikan. Karena tidak ada yang tahu sampai kapan akan menjadi atlet.

"Pendidikan sangat penting dan harus belajar dari senior yang dulu jangan terlalu menikmati latihan, prestasi, jadi harus diimbangi. Karena kita tidak tahu sampai kapan jadi atlet dan sehatnya," imbuhnya.



(mcy/fem)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
  • Pembelaan untuk Vettel

    DETIKSPORT | Selasa 27 Juni 2017, 19:18 WIB Pebalap Ferrari Sebastian Vettel dihujani kritik akibat insiden yang dilakukannya terhadap Lewis Hamilton di Baku. Tapi Jacques Villenueve membela aksi Vettel.
  • Positif-Negatif dari Balapan Assen di Mata Honda

    DETIKSPORT | Selasa 27 Juni 2017, 17:37 WIB Sukses Marc Marquez tidak diikuti oleh rekan setimnya Dani Pedrosa di Assen, Belanda. Balapan pun berakhir manis tapi juga sekaligus pahit bagi Repsol Honda.
  • Russell Westbrook Sabet Gelar MVP 2016-17

    DETIKSPORT | Selasa 27 Juni 2017, 11:42 WIB Pemain bintang Oklahoma City Thunder Russell Westbrook terpilih sebagai MVP (Most Valuable Player) NBA 2016-17, usai menjalani musim yang berserjarah.
  • Ricciardo Komentari Insiden Vettel-Hamilton

    DETIKSPORT | Selasa 27 Juni 2017, 08:16 WIB Daniel Ricciardo mengomentari insiden Sebastian Vettel dan Lewis Hamilton. Eks rekan setim Ricciardo itu disebut terkadang tak berpikir sebelum bertindak.
  • 'Aksi Tabrak Vettel Susah Dipahami'

    DETIKSPORT | Selasa 27 Juni 2017, 03:37 WIB Sebastian Vettel melakukan aksi menyenggol Lewis Hamilton di GP Azerbaijan. Aksi itu susah untuk dimengerti oleh Niki Lauda.
  • F2

    Sean Tak Menyerah Kejar Poin Pertama

    DETIKSPORT | Senin 26 Juni 2017, 17:40 WIB Pebalap tim Pertamina Arden Sean Gelael masih belum sanggup 'pecah telur' setelah menjalani balapan F2 Azerbaijan. Meski demikian, Sean tak akan menyerah.
  • Di Sachsenring, Waktunya Marquez Kembali Juara

    DETIKSPORT | Senin 26 Juni 2017, 15:37 WIB Setelah naik podium di Belanda, juara bertahan Marc Marquez bertekad kembali ke jalur kemenangan. Rider Repsol Honda itu membidik seri Jerman, akhir pekan ini.
  • Saat Zarco Senggol Rossi Lagi di Assen

    DETIKSPORT | Senin 26 Juni 2017, 13:04 WIB Rider Tech3 Johann Zarco bukan hanya gagal memaksimalkan start terdepan di Assen. Zarco juga kembali terlibat dalam insiden dengan Valentino Rossi.
  • Foto Sport

    Pesta Valentino Rossi di Sirkuit Assen

    DETIKSPORT | Senin 26 Juni 2017, 11:23 WIB Valentino Rossi memenangi duel seru dengan Danilo Petrucci untuk menjuarai MotoGP Belanda. The Doctor pun menggelar pesta di Sirkuit Assen.
  • Johann Zarco: From Hero to Zero

    DETIKSPORT | Senin 26 Juni 2017, 07:26 WIB Rider Yamaha Tech3, Johann Zarco, harus menelan kekecewaan di MotoGP Belanda. Mimpi untuk meraih podium lagi gagal menjadi kenyataan.
  • Hamilton Sebut 'Aksi Seruduk' Vettel Memalukan

    DETIKSPORT | Senin 26 Juni 2017, 02:35 WIB Pebalap Mercedes GP, Lewis Hamilton, sebal betul dengan Sebastian Vettel. Vettel disebutnya memalukan terkait insiden tabrakan di antara keduanya.
  • Raihan Podium Marquez Sesuai Target Honda

    DETIKSPORT | Senin 26 Juni 2017, 01:22 WIB Rider Honda, Marc Marquez, cukup puas dengan raihan posisi ketiga di MotoGP Belanda. Baby Allien menyebutnya sudah sesuai target.
  • Ricciardo Menangi Balapan di Baku

    DETIKSPORT | Minggu 25 Juni 2017, 22:27 WIB Driver Red Bull, Daniel Ricciardo, menjadi pemenang balapan di GP Azerbaijan. Dia diuntungkan insiden antara Lewis Hamilton dengan Sebastian Vettel.
  • Setelah Setahun, Rossi Akhirnya Menang Lagi

    DETIKSPORT | Minggu 25 Juni 2017, 20:07 WIB Valentino Rossi girang bukan kepalang setelah menjuarai MotoGP Belanda. Hasil positif ini turut mengakhiri penantian panjang Rossi akan kemenangan.
  • MotoGP Belanda

    Rossi Menangi Balapan Seru di Assen

    DETIKSPORT | Minggu 25 Juni 2017, 19:15 WIB Rider Yamaha Valentino Rossi meraih kemenangan pertamanya di musim ini usai menjuarai MotoGP Belanda. Rossi mengalahkan Danilo Petrucci lewat duel menegangkan.
  • Hasil Balapan MotoGP Belanda

    DETIKSPORT | Minggu 25 Juni 2017, 19:00 WIB Balapan seru tersaji di sepanjang MotoGP Belanda. Rider Yamaha Valentino Rossi berhasil keluar sebagai pemenang setelah berduel sengit dengan Danilo Petrucci.
  • Praveen/Debby Kalah karena Kurang Sabar

    DETIKSPORT | Minggu 25 Juni 2017, 17:38 WIB Ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto harus puas dengan titel runner-up di Australia Terbuka Super Series. Kekalahan itu diakui karena kurang sabar.
  • Australia Terbuka Super Series

    Praveen/Debby Gagal Persembahkan Gelar Juara

    DETIKSPORT | Minggu 25 Juni 2017, 16:07 WIB Tepat di Hari Lebaran, Praveen Jordan/Debby Susanto dipaksa menelan pil pahit. Praveen/Debby gagal meraih gelar juara usai kalah dari pasangan China.
  • Australia Terbuka Super Series

    Hendra/Tan Gagal Juara, Jepang Rebut Tiga Gelar

    DETIKSPORT | Minggu 25 Juni 2017, 14:25 WIB Hendra Setiawan/Tan Boon Heong gagal meraih gelar juara setelah dikalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Hasil tersebut turut menandai dominasi Jepang.
  • Kualifikasi Terburuk dalam Karier Lorenzo

    DETIKSPORT | Minggu 25 Juni 2017, 08:17 WIB Kualifikasi MotoGP Belanda menjadi salah satu hari terburuk dalam karier Jorge Lorenzo. Sebab Lorenzo start dari posisi yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
  • Kualifikasi yang Seru Menurut Hamilton

    DETIKSPORT | Minggu 25 Juni 2017, 05:13 WIB Lewis Hamilton meraih posisi pole di GP Azerbaijan. Pebalap Mercedes itu menilai jalannya kualifikasi berjalan seru.
  • GP Azerbaijan

    Vettel Tak Cukup Senang Start dari Posisi Empat

    DETIKSPORT | Minggu 25 Juni 2017, 02:00 WIB Driver Ferrari, Sebastian Vettel, menempati posisi start keempat di GP Azerbaijan. Meski menyebutnya sebagai hasil bagus, tapi Vettel tak sepenuhnya senang.