Kejuaraan atletik Singapura Terbuka akan bergulir pada 27-28 April 2017. Sekretaris Jenderal PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Tigor Tanjung menyebut Indonesia mengirimkan 19 orang, terdiri dari dua belas atlet dan tujuh ofisial (pelatih, dokter dan masseur) ke ajang itu.
"Ini untuk ujicoba kita menuju multievent SEA Games. Harapan kami ada peningkatan prestasinya anak-anak dari sebelumnya. Tetapi, jangan lihat torehan medali tahun sebelumnya, bukan itu yang menjadi ukuran. Tapi, minimal ada penanjakan prestasi dari si atletnya," kata Tigor dalam sambungan telepon dengan detikSport pada Selasa (25/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu kan terus berjalan dan negara-negara lain juga tidak tidur. Tentu dengan beragam ujicoba yang kita lakukan bisa melihat petanya seperti apa. Sebab, negara lain pasti punya strategi. Tapi yang paling utama kita tidak ada kamus berleha-leha, pokoknya kerja keras, tekun dan percaya," ujarnya.
Saat tampil pada DI SEA Games 2015 Singapura, Indonesia meraih tujuh medali emas, empat medali perak, dan empat medali perunggu. Menuju SEA Games Kuala Lumpur nanti, PASI tidak menetapkan angka pasti target medali.
Namun,dia melihat banyak peluang yang bisa diambil oleh atletik Indonesia. Seperti Emilia Nova di dua nomor, sapta lomba dan nomor gawang 100 meter putri, Budiman Holle di nomor 800 meter, Suwandi di nomor lompat jauh, nomor estafet 4 x 100 meter putra, Agus Prayogo dan Triyaningsih di nomor marathon, kemudian Maria Natalia Londa di nomor lompat jauh, Eki Febri Ekawati di nomor tolak peluru putri.
"Di nomor-nomor itulah yang kami harapkan bisa meraih medali emas SEA Games. Kalau bicara target kan gampang, makanya saya sebutkan kemungkinan peluangnya di sana."
Kementerian Pemuda dan Olahraga menegaskan SEA Games hanya akan dijadikan sasaran antara atlet-atlet Indonesia menuju Asian Games 2018.
"Kalau soal itu kami (PB PASI) sudah setuju dari dulu. Artinya kita harus buat perencanaan jangka panjang, kalau melihat SEA Games bukan dua tahun lagi tapi enam tahun lagi supaya generasi berputar terus. Tapi, Asian Games jadi prioritas karena kita tuan rumah," kata Tigor.
(mcy/fem)











































