Jabar Ajukan Diri Sebagai Tuan Rumah Asian Para Games 2018

Jabar Ajukan Diri Sebagai Tuan Rumah Asian Para Games 2018

Mercy Raya - Sport
Kamis, 27 Apr 2017 20:15 WIB
Jabar Ajukan Diri Sebagai Tuan Rumah Asian Para Games 2018
Foto: dok.PB ISSI
Jakarta - Jawa Barat mengajukan diri sebagai tuan rumah Asian Para Games 2018. Usulan itu muncul dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) National Paralympic Committee (NPC).

Raker NPC bertajuk konsolidasi organisasi menuju peningkatan prestasi itu digelar di Hotel Swiss-Bell, Solo, pada Kamis (27/4/2017 dan Jumat (28/4/2017). Hadir dalam acara tersebut masing-masing ketua NPC provinsi seluruh Indonesia, serta Deputi III bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, Asisten Deputi III Bayu Rahadian, dan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Paragames (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari.

Ketua National Paralympic Committee (NPC) provinsi Jawa Barat, Ukun Rukaendi, mengungkapkan harapan agar Jabar menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018 yang dimulai 8-16 oktober nanti. Mereka mempunyai pengalaman menggelar Pekan Paralimpiade Nasional atau Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas) 2016.

"Jabar ingin menjadi bagian penyelenggaraan Asian Para Games 2018 sebagai tuan rumah. Gubernur Jawa Barat (Ahmad Heryawan) sudah mengajukan surat kepada pemerintah," ujar Ukun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenapa kami percaya diri karena kami sudah punya venuenya (bekas Pekan Paralimpiade Nasional), kami berharap meskipun tidak semua cabang dipertandingkan di Jawa Barat, minimal 10 cabor atau setengah cabor bisa dipertandingkan nanti, termasuk pembukaan penutupan di Jawa Barat," lanjutnya.

INAPGOC menilai usulan itu membuka potensi Asian Para Games 2018 dihelat di luar Jakarta dan Palembang yang menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sebab, selama ini persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018 memang hampir luput dari perhatian pemerintah. Di saat pemerintah intens menggeber persiapan Asian Games 2018, persiapan Asian Para Games belum tersentuh sama sekali. Bahkan, penunjukkan ketua panitia INAPGOC baru dilakukan sebulan lalu bertepatan dengan rapat Koordinasi Komite Asian Para Games di Jakarta.

Okto mengapresiasi usulan dari Jabar itu. Namun. Okto juga meminta surat resmi dari pihak Gubernur dan melihat jenis bantuan apa yang bisa diberikan oleh pihak Jabar.

"Tentunya kalau Jabar mau menjadi tuan rumah kami senang. Ketika kami menghadapi instansi yang belum siap, ternyata ada provinsi yang bersedia. Ini harus bisa kita berikan apresiasi," kata Oktohari.

"Tinggal kami tanya jenis bantuannya seperti apa? Mereka juga harus menjelaskan alasan mereka mampu menyelenggarakan Asian Para Games ini, dan harus detail misalnya mengenai venue sudah sesuai standar internasional atau belum dan dengan peserta sekian konsekuensinya seperti apa,"

"Gubernur juga harus mengirimkan surat resmi juga ke kami mengenai kontribusi mereka bisa seberapa besar karena jujur saat ini kita agak kekurangan uang, karena anggaran Asian Paragames 2018 itu dipotong dari yang semula RP 2,6 Triliun menjadi hanya RP 1,6 Triliun," Okto menjelaskan.

Hal yang sama diungkapkan Deputi III bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta. Dia mengatakan usulan ini akan menjadi pertimbangan pihaknya namun perlu dirapatkan oleh pihak terkait.

Sebab, Indonesia sendiri sudah terikat host city contract dengan Asian Paralympic Committee (APC). Di mana, Jakarta telah ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018 pada Oktober.

"Mesti kita rapatkan dulu karena di HCC kan sudah jelas Jakarta jadi tuan rumahnya dan itu sudah lama sekali ada. Saya belum bisa jawab tapi akan kami pertimbangkan," kata Isnanta.

"Bisa saja opsi lain dengan menambah kota, artinya cabang Asian Para Games-nya dibagi sebagian Jakarta sebagian kota lain. Itu kemungkinan bisa, tetapi peluangnya mungkin sedikit. Kita juga akan lihat apakah di sana (Jabar) sesuai standar internasional atau tidak. Poinnya ini akan jadi plan B, seandainya yang di Jakarta belum selesai juga," kata Isnanta.


(mcy/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads