Peninjauan selain untuk melihat kemajuan atlet masing-masing daerah, juga sebagai studi banding NPC masing-masing daerah. Agenda ini merupakan bagian dari rapat kerja nasional NPC Indonesia, yang digelar selama dua hari di Swiss-Bell Hotel, dari sejak Kamis hingga Jumat (27-28/4/2017).
Saat ini, sebanyak 200 atlet paralimpiade tengah melakukan pemusatan latihan di Solo. Mereka tersebar di beberapa titik kawasan. NPC provinsi melakukan tinjauan ke empat lokasi pelatnas cabor, dimulai dari atletik di stadion Sriwedari, tenis meja di Stadion Manahan, sepakbola di lapangan Kota Baru, kemudian goalball di jalan Adisucipto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malah saat tinjauan mereka bak bintang. Sebab, setelah latihan mereka langsung diserbu oleh masing-masing pengurus NPC provinsi untuk berswafoto.
"Kami sih dari pihak Jabar tujuannya datang ke sini selain untuk studi banding NPC provinsi bagaimana cara menggelar pelatda daerah yang ideal, juga untuk melihat kondisi atlet-atlet pelatnas kami. Secara umum kami menanyakan perkembangan persiapan menuju ASEAN Para Games 2017 Malaysia, September mendatang," kata humas NPC Jabar, Handri Handriansyah, usai tinjauan.
Pada Jumat (28/4) ini, latihan berjalan lebih singkat. Seperti tenis meja, yang biasanya latihan dimulai pukul 08.00 WIB sampai 14.00 WIB, harus selesai lebih cepat yaitu 11.00 WIB. Di samping itu, pada hari yang sama, malam harinya, NPC akan meresmikan kantor pusatnya di kawasan Jurug, Solo.
Namun begitu, Handri menjelaskan, jika dari segi fasilitas Solo sudah memiliki tempat pemusatan latihan yang mumpuni bagi atlet difable. Selain aksesnya ke venue, tempat tinggal si atlet jauh lebih baik karena diinapkan di hotel bintang tiga. Di mana hotel itu memiliki sarana dan fasilitas ramah difabel.
"Kalau saya lihat dari segi fasilitas mereka sudah sangat memuliakan seperti mereka menginap di hotel minimal bintang tiga, dan itu sudah berjalan sekitar enam sampai 12 bulan. Ini kan tinggal sisa lima bulan menuju ASEAN Para Games," kata Handri.
Dia mencontohkan atlet tenis meja yang tinggal di Hotel Sahid Solo, lalu atlet lainnya di hotel Lor In Solo.
Melihat persiapan, Handri menilai, hal ini bisa jadi masukan untuk Jabar menggelar pelatnas. Saat Pekan Olahraga Nasional dan Peparnas 2016 sejatinya Jabar telah menyiapkan sarana dan prasarana untuk menggelar multievent yang sesuai standar nasional dan internasional.
"Hanya memang kemarin itu masih semi permanen, jadi itu yang perlu dibenahi untuk ke depannya. Makanya kemarin kami usulkan itu untuk masukan fasilitas ke depan saat kita menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018," imbuhnya.
(mcy/cas)











































