Indonesia Targetkan Gelar Juara Umum ASEAN Para Games 2017

Indonesia Targetkan Gelar Juara Umum ASEAN Para Games 2017

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 29 Apr 2017 03:15 WIB
Indonesia Targetkan Gelar Juara Umum ASEAN Para Games 2017
Foto: detikcom/Masnurdiansyah
Solo - Kontingen Indonesia dibebani target tinggi di ajang ASEAN Para Games 2017. Komite Paralimpiade Nasional (NPC) membidik gelar juara umum.

Ajang ASEAN Para Games akan berlangsung pada 17-23 September 2017 mendatang. Malaysia yang menjadi tuan rumahnya.

Indonesia pernah meraih gelar juara umum pada Asean Para Games Myanmar 2013. Tim Merah Putih berhasil meraih 99 medali emas. Saat di Singapura dua tahun lalu, mereka harus merelakannya kepada Thailand dan menjadi runner up.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun ini, kontingen Para Games diharapkan bisa merebut kembali gelar itu. Ketua NPC, Senny Marbun, optimistis hal itu bisa tercapai. Itu tak lepas dari persiapan yang telah para atletnya lakukan.

Akan mengikuti 13 dari 15 cabang olahraga yang dipertandingkan, Senny mengatakan atletnya sudah melakukan pemusatan latihan di Solo sejak tahun 2016.

Tak hanya itu, para atlet masing-masing cabang selama ini juga sudah melakukan berbagai ujicoba untuk menambah kemampuannya serta melihat peta kekuatan dari pada lawan.

"Kami ingin memperbaiki prestasi karena waktu di Singapura kami hanya meraih posisi kedua. Yang pasti kami sudah susun semua rencana dari mulai uji coba sampai training camp agar sesuai rencana kita untuk kembali jadi juara umum," ujar Senny.

Indonesia akan menurunkan 200 atlet difabel pada ASEAN Para Games tahun ini. Jumlah itu 50 atlet lebih banyak dari saat turun bertanding di Singapura 2015. Dari angka itu, 20 persennya merupakan atlet baru jebolan dari Pekan Paralimpik Nasional 2016 Jawa Barat.

"Kami ambil atlet dari sana makanya kami berani pasang target juara umum karena kami tahu dan punya data limit-limit mereka. Kami mendapat atlet baru yang punya limit lebih tinggi. Atlet baru itu ada 20 persen, sementara yang sudah jadi itu sekitar 80 persen," kata Senny.

Selama ini, kata dia, selepas dari Peparnas atlet kembali menjalani latihan di Solo sampai nanti keberangkatan kontingen. NPC memilih Solo menjadi tempat pemusatan latihan karena selama ini kota tersebut ramah terhadap penyandang disabilitas. Di samping secara akses dan jauangkauan atlet untuk ke venue pun lebih mudah.

"Masyarakatnya di sini juga ramah-ramah terhadap penyandang difabe. Jadi memang lebih nyaman di sini," katanya.

Senny menyebut di Asean Para Games nanti Thailand akan tetap menjadi pesaing terberat kontingen Indonesia, selain Vietnam. Thailand sendiri pada multievent sebelumnya meraih gelar juara umum disusul Indonesia kemudian Malaysia dan Vietnam di peringkat tiga dan empat.

"Kami antisipasi ke Vietnam karena kemampuan mereka mulai meningkat. Sementara prestasi Thailand sulit dikejar karena pemerintah mereka juga sangat mendukung olahragannya. Ada kejuaraan apapun di Internasional, menggunakan Air Thailand dan berangkat gratis," kata Senny.

" Di Indonesia dukungan pemerintah sudah lebih baik karena kami (NPC) sekarang sudah setara dengan KONI dan KOI. Selain itu dari segi bonus juga sudah disamakan. Tapi memang perlu lebih lagi. Kami ingin masyarakat difabel itu tidak dilihat sebelah mata. Kami inginmendapatkan kesempatan untuk berkarya dan berbuat sesuatu untuk bangsa dan negara," imbuh dia.

Meskipun dukungan pemerintah masih belum maksimal, Senny optimistis bisa memenuhi target jadi juara umum. Sebab, Indonesia punya peluang di beberapa cabor. Seperti renang, atletik, tenis meja, bulutangkis, dan angkat berat. "Jadi hitungan kami itu kalau merunut pada technical handbook bisa dapat 106-109 medali emas, kita bisa juara umum," ujarnya.


(mcy/cas)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads