detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 29 Apr 2017 18:22 WIB

Perbafi Kirim 10 Atletnya ke Kejuaraan Singapura

Amalia Dwi Septi - detikSport
Foto: Detiksport/Amalia Dwi Septi Foto: Detiksport/Amalia Dwi Septi
Jakarta - Persatuan Binaraga dan Fisik Indonesia (Perbafi) kembali mengirimkan atletnya ke Internasional NABBA/WFF Mortal Battle Singapura 2017. Targetnya adalah masuk tiga besar.

Ajang NABBA/WFF Mortal Battle Singapura 2017 dijadwalkan digelar pada 1-5 Mei. Total, Perbafi mengirimkan 10 atletnya yang terdiri dari tiga putri dan tujuh putera.

Kejuaraan tersebut bukanlah pertama kalinya bagi atlet-atlet Perbafi. Tahun lalu, Indonesia bahkan menjadi juara umum dengan meraih sembilan medali emas, dua perak, dan perunggu.

Ketua Umum Perbafi Kemalsyah Nasution mengatakan bahwa target tahun ini adalah minimal Indonesia bisa masuk tiga besar. Sebab, dia tidak mau memberikan beban kepada atlet-atletnya.

"Saya tidak pernah menargetkan muluk-muluk, bisa masuk tiga besar itu saja," ungkap Kemal kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (29/4/2017).

Ajang NABBA/WFF Mortal Battle Singapura 2017 sendiri memiliki beberapa kategori yang dipertandingkan, yaitu binaraga, men sports model, fisik, junior, women bikini class dan women bodybuilding. Beberapa negara pun ikut serta di antaranya Korea Selatan, Hong Kong, Turki dan tuan rumah Singapura.

"Paling kuat itu dari Turki, Singapura, Korsel dan Hong Kong. Mereka kekuatannya bagus seperti Filipina, semua pasti berat lah," sambungnya.

"Sementara atlet yang kami berangkatkan sekarang adalah mereka yang pernah menjadi juara Perbafi series di Indonesia. Juaranya dikirimkan dari tiga besar kejuaraan nasional. Kualitas mereka bagus cukup bisa bersaing."

Terkait biaya, Kemal mengaku tak meminta bantuan dari pemerintah untuk mengikuti ajang tersebut. Menurutnya birokrasi di pemerintahan tak mudah.

"Mereka biaya sendiri, tidak ada bantuan dari pemerintah. Perbafi hanya fasilitasi agar dapat afiliasi ke kejuaraan yang benar. Perbafi belum mau gantungkan diri ke pemerintah, biarkan birokrasi baik dulu. Saya pernah mengalami potongan 10 persen. Saya tidak mau dukung itu, karena ada potongan."

"Saya ingin kembalikan olahraga jaman Sukarno dulu. Minta bantuan ke sektor swasta, karena pemerintah pasti dipotong-potong. Padahal uang negara membawa nama negara masih dipotong juga. Berikan sesuatu buat negara ini," paparnya.

Sementara itu salah satu atlet putri kategori bikini model dan over, Desi Anita, mengaku sudah siap mengikuti kejuaraan tersebut terutama dari segi mental.

"Yang jelas persaingan akan lebih ketat. Jadi saya lebih ke mental persiapannya," katanya.

"Kalau saya ini menjadi pengalaman pertama saya bertanding di luar negeri. Semoga saya bisa mengharumkan nama Indonesia," timpal Iva WP yang merupakan atlet women body building.



(ads/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed