Aziz kepada detikSport mengatakan dirinya mendapat tugas itu setelah Kemenpora dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menghubungi sekitar dua pekan lalu. Saat itu dia langsung menerima karena punya beban khusus sebagai anak bangsa.
"Sekitar dua pekan lalu saya dihubungi oleh keduanya (KOI dan Kemenpora)," kata Aziz melalui sambungan telepon Selasa (2/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dibandingkan penunjukan Chef de Mission multievent sebelumnya yang ditunjuk tujuh sampai delapan bulan sebelum multievent. Penunjukan Aziz untuk menjadi komandan kontingen Indonesia di SEA Games Malaysia terbilang cukup singkat atau empat bulan sebelum event.
Namun bagi Aziz hal itu tak masalah asalkan masing-masing stakeholder bisa saling bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik.
"CdM itu kan tidak bekerja sendiri tentu ada tim yang akan membantu. Ya kita akan saling berkoordinasi lah," ujar dia.
Belum Tetapkan Target
Terkait target kontingen Indonesia di Malaysia, Aziz menyatakan masih akan menunggu rapat dengan pihak lain yang terkait.
"Belum juga rapat. Rapat dulu lah," kata Aziz menyoal.
Aziz memang belum bisa berkomentar banyak lantaran dirinya yang belum mendapat Surat Keputusan (SK) dari Menpora Imam Nahrawi. Dia pun baru akan melakukan rapat koordinasi dengan para stakeholder pada pekan-pekan ini.
"Ya rencana pekan ini kami baru melakukan koordinasi dengan Kemenpora, Satlak Prima, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Mereka yang lebih tahu cabor apa saja yang akan dipertandingkan, jumlah pelatih, atlet, ofisial, dan lainnya," tambahnya.
Nantinya setelah rapat koordinasi, dirinya baru bisa melakukan tinjauan ke sejumlah pelatnas-pelatnas cabor proyeksi SEA Games untuk menangkap kekurangan dan keluhan masing-masing cabor.
"Kita akan tahu semua kalau sudah rapat koordinasi dengan mereka. Lagipula SK saya juga belum turun. Tapi poinnya jangan jadi halangan juga, semua akan dilakukan secara pararel," tuntasnya. (mcy/din)











































